Sosok dekan yang getol melakukan penelitian dan turun ke lapangan bersama masyarakat, selama ini sama sekali tidak diperhitungkan. Kalangan UTU justeru menilai munculnya Prof Muchlisin yang aktif dalam wadah Persaudaraan Barat Selatan Aceh(PBSA), terkesan droping paksaan USK.
Menanggapi hal ini, Prof Dr Ir, Samsul Rizal, M.Eng, mantan Rektor USK spontan membantah. “Tidak benar tuduhan itu, pihak USK secara matang sudah menyeleksi secara internak tentang bobot dan bibit kefiguran seseorang di kalangan universitasnya”.
“Status Rektor UTU sekarang Prof Jasman, dan Bacarek Dr Ishak, MA sama-sama masih Staff akademisi USK yang diperbantukan ke UTU,” katanya menjelaskan per telepon selulernya.
Menyinggung tentang persiapan putra mahkota oleh Rektor UTU sebagai penggantinya, pihaknya tidak tahu. Begitupun Prof Samsul tidak membantah pihaknya telah memberikan restu secara resmi kepada Prof Dr Muchlisin, pada Februari 2022 lalu. “Mekanismenya memang begitu, tidak mungkin merestui sekaligus dua sosok figur berlaga di “kandang” yang sama untuk jabatan yang sama pula,” sebutnya.
Prof Marwan Rektor USK yang baru dilantik kepada IGN membenarkan kalau Prof Muchlisin, jauh-jauh hari sudah memiliki bekal restu dari institusi pendidikan tingginya.
Terkait karbitan putra mahkota di lingkungan UTU, Indonesia Global.Net gagal melakukan konfirmasi dengan Prof Jasman, hingga berita ini dikirim ke redaksi.
Rektor Unimal Lhokseumawe Prof Herman yang dihubungi Indonesia Global secara terpisah, menjelang Jumat dini hari membenarkan telah memberikan ruang dan kesempatan kepada dua Staff akademisinya untuk bertarung secara elegant di UTU meulaboh.






