Sementara itu, Plt Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota, Yubasri, menyampaikan saat kebakaran terjadi, pihaknya sudah melakukan pemadaman sejak pukul 11.30 WIB dengan maksimal, namun api kembali muncul pada pukul. 19.30 WIB, sehingga timnya kembali berjibaku memadamkan api, belum pernah pihaknya bekerja sampai 31 jam nonstop. Dibantu juga dari armada Damkar Aceh Besar, mobil crane DLHK3, dan mobil water canon Polresta.
“Tapi kami menemukan kendala saat melakukan proses penyiraman, karena tidak bisa masuk akses ke dalam gedung, akibat jalur pintu masuk yang tertutup, kondisi ini sangat tidak efektif untuk melalukan pemadaman,” kata Yubasri.
Pihaknya mencoba menerobos ke dalam gedung secara perlahan dan susah payah karena akses masuknya cuma satu jalur. Namun, kata Yubasri, karena itu sudah menjadi tugas sehingga anggotanya tetap masuk dan melakukan proses pemadaman walaupun kemudian api menyala lagi.
Menurutnya proses pendinginan juga perlu waktu karena barang yang mudah terbakar cukup banyak. “Sejauh ini kita masih kekurangan personel, karena itu untuk ke depan kita perlu penambahan armada dan peralatan lainnya, ditambah usia armada damkar kita sudah cukup tua, kemudian kemampuan SDM personil kita akan ditinggkatkan lagi,” tutup Yubasri.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kabid Pencegahan DPKP, Nasri, Kabid Pemadam dan Penyelamatan DPKP, Azhari, dan Abdul, Sekretaris DPRK, Tharmizi, Kabag Umum dan Keuangan DPRK, Muslim serta Kabag Humas dan Persidangan DPRK, Yusnardi. [Rd]






