Tak hanya itu, banyak rumah warga Palestina di sekitar Syeikh Jarrah, kawasan paling dekat dengan Masjid Al-Aqsa, dihancurkan atas perintah pemimpin Israel sehingga warga tidak memiliki tempat tinggal. Tujuannya agar Masjid Al-Aqsa kosong dan tidak ada lagi masyarakat yang shalat di Masjid Al-Aqsa. Tetapi Rakyat Palestin tetap teguh untuk tinggal di sana dan mempertahankannya.
“Alhamdulillah masyarakat Palestina tetap teguh berjuang agar Masjid Al-Aqsa tetap dibuka sehingga tetap ada shalat berjamaah lima waktu, meski mereka diteror dan diintimidasi oleh tentara zionis yang sangat bengis dan kejam,” tegas Prof. Dr. Ahmad Muflih yang juga Guru Besar Ilmu Al-Qur’an di Madinah.
Ia menginginkan penduduk di sekitar Al-Aqsa dan rakyat Palestina lainnya tetap tinggal di sana. Ia berharap, jika saat ini sesama muslim tidak mampu berbuat banyak untuk membantu rakyat Palestina secara langsung, paling tidak bisa mendoakan perjuangan Rakyat Palestina. Sama seperti muslim Palestina yang mendoakan dan peduli dengan masyarakat Aceh ketika terjadi musibah gempa dan tsunami tahun 2004 lalu.
“Tolong doakan kami agar tetap bisa menjaga Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsa yang merupakan warisan dan perintah dari Rasulullah Muhammad Saw. Sebagai sesama muslin yang bersaudara, mereka juga peduli dengan Aceh, saat gempa dan tsunami 2004 lalu,” ujar Ahmad Mufli.
Sementara Farid Nyak Umar menyambut baik kehadiran Syekh Ahmad Muflih Al-Qudhah di Banda Aceh. Masyarakat Banda Aceh merasa sangat dekat dengan Palestina, bahkan tahun lalu Rakyat Aceh melakukan penggalangan dana baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk disumbangkan ke Palestina.






