APJN.NET- ACEH BESAR– Ceo PT Trans Continent, Ismail Rasyid, mengatakan suatu kehormatan bagi dirinya dengan kedatangan rekan rekan wartawan di area lokasi tempat perusahaannya berdiri diatas lahan seluas lebih kurang 15 Hektar.
Ismail Rasyid, selaku putra Matangkuli Aceh Utara, yang merupakan pendiri, pemilik, sekaligus Ceo perusahaan ini menyimpan cita-cita, menjadikan Aceh kedepan jembatan bagi Indonesia dalam menjangkau dunia.
Demikian disampaikannya, didampingi dua staf khusus yang tergabung dalam mengelola bisnis multimoda transportasi pada pertemuan di kantor PT Trans Continent, di Gampong Beurandeh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Kamis (31/3/2022)
Menurutnya, pulang ke kampung bisa bermanfaat untuk Aceh dalam konsep berbisnis, kita memulai untuk sesuatu yang bisa bermanfaat untuk Aceh, meski pada awalnya sudah tiga kali jatuh bangun dalam gelombang, dimana pada gelombang pertama pada saat Irwandi Yusuf, dan kedua Mualem, dan ketiga Nova Iriansyah.
Dan yang kedua ini jatuh bangun , namun kita tetap berkomitmen. “Saya pikir diluar kita bisa berbuat sesuatu, mengapa di Aceh yang kaya hasil alamnya yang memiliki banyak potensial tidak dapat kita mengelolanya dengan baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA).
CEO Trans multimoda itu mengatakan bahwa bisnis yang digelutinya itu merupakan bisnis yang Sah meski sifatnya bukan produksi yang ril seperti manufacture.
Artinya, bisnisnya itu adalah manajemen pengelolaan Multimoda transportasi lewat laut, darat, dan udara yang menangani pengiriman, pergudangan, jual beli, manajemen pelabuhan, dan logistik alat alat berat dan strategis lainnya, yakni mengelola menjadi full tempat logistik alat alat berat.
Ia menambahkan bahwa bisnis tersebut kekuatannya ada pada jaringan dan itu yang paling utama.
“Network itu yang paling penting buat kami. Dalam hal ini untuk menjadikan sesuatu dalam bisnis ini kan harus ada expert logistik,” ujarnya.
“Sesuatu yang kita lakukan ini dalam contoh kecil dulu. Saya punya komitmen bagaimana Aceh ini kita hidupkan. Dalam sisi kembalikan lagi Aceh saat ini.
“Bisnis saya dalam hal ini abstrak karena tidak ada produksinya. Bisnis saya itu lebih diarahkan ke manajemen, pengelolaan logistik. Bisnis saya tidak ada produksi yang ril, bisnis saya lebih kearah full ke Multimoda dan logistik.
Dikatakannya, Aceh potensi alam yang sangat luar biasa tinggal bagaimana kita bisa mengarahkannya seperti sedia kala berupa Aceh pusat reading yang sangat sibuk.
Tinggal bagaimana kita hari ini mengembalikan kejayaan Aceh di masa lalu, baik itu dibidang perikanan, perkebunan, dan dari semua sektor. Dimana usaha yang dibangun itu hari ini merupakan Pusat Logistik Berikat (PLB)
Artinya kata Ismail Rasyid, usaha yang dibangun ini secara regulasi sudah memenuhi syarat sah, salah satunya persyaratannya adalah memiliki lahan maksimal diatas seluas 10 hektar, dan usaha yang kita bangun yakni sudah bisa menjadikan kawasan industri.
“Dan usaha kita sudah memiliki syarat untuk itu,” ucapnya.
Dalam konsep yang kita bangun, adalah Aceh Peuet Sagoe, disini ada pulau Seumelue, Singkil, Langsa, dan Sabang.
Dikatakannya banyak peluang peluang bisnis yang bisa kita lakukan di Aceh. Intinya saya sudah berkomitmen untuk bisa terus berbuat untuk kemajuan Aceh.
“Komitmen saya bisa berbuat syukur, berhasil Alhamdulilah. Untuk itu butuh dukungan semua pihak,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan tersebut mewakili rekan rekan jurnalis Azhari Bahrul, apresiasi yang luar biasa atas karya karya yang dilakukan untuk bagaimana Aceh bisa terlepas dari kitmen dari pihak pihak lain bagaimana Aceh kedepan bisa melakukan ekspor impor dengan pihak lain. Intinya kita bangga agar kedepan ada pak Ismail Rasyid, lainnya untuk memajukan Aceh lebih maju kedepannya.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Aldin, ketua Cyber Indonesia, Maimun, Pimpinan redaksi Media Aceh, Pimpinan redaksi/perusahaan Acehstandar, H.T Anwar Ibrahim, Syaifuddin Acehwow.com, Nazar, BITHE.co, Pimpinan redaksi. apjn.net, Hendra, Pimred Rakyat Aceh, Sulaiman, Heru Antara, dan Pimpinan perusahaan / pimpinan redaksi Aceh Herald.com, Nasir Yusuf, dan Nurdinsyam, mantan ex Serambi Indonesia, serta Azhari Bahrul, dari KBA.one.
Terakhir dalam pertemuan itu, atas seluruh rekan rekan wartawan yang hadir pada saat pertemuan tersebut, Azhari Bahrul, mengucapkan terimakasih atas undangannya bisa hadir di PT Trans Continent. [Hendra]






