DPD NasDem Kota Banda Aceh Bagikan Daging Meugang dan Sirup untuk Jajaran Pengurus dan Masyarakat

Ketua DPW partai NasDem Aceh Dr Taufiqulhadi, didampingi Ketua DPD NasDem Kota Banda Aceh H.Heri Julius, S.Sos, MM, dan para pengurus DPD saat menyerahkan daging meugang kepada salahseorang kader dan simpatisan NasDem, yang dilaksanakan di DPC NasDem Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya, Kamis, (31/3/2022) Pembagian daging meugang dilakukan dengan cara bersilaturahmi dan makan bersama Kuah Beulangong, di kediaman ketua DPC, Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya, Kamis (31/3/2022)/ Deo

Lebih lanjut, Ketua DPD NasDem Kota Banda Aceh, H.HeriJulius, mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut dalam rangka sambut bulan suci Ramadan.

“Jadi kita ada potong lembu dan kita bagikan kepada pengurus DPD, DPC, dan DPRt, kemudian juga kepada sayap sayap pendukung serta beberapa orang yang kurang mampu,” ujarnya.

Alhamdulillah, dengan kondisi seperti yang sekarang ini, tambah H.Heri Julius, pembagian daging meugang tersebut sukses dilaksanakan.

“Semoga dengan apa yang dilaksanakan tersebut mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT,” harapnya.

Target kita adalah sesuai keinginan menjadikan partai NasDem sebagai partai pemenang pada pemilu 2024. Jadi kita terus membangun silaturahmi dan Ukhwah Islamiah dan hal itu akan terus kita jalankan,” terang ketua Banleg DPRK Banda Aceh itu.

Politisi partai NasDem ini mengucapkan terimakasih banyak kepada panitia pelaksana Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya, termasuk dalam hal tersebut, Keuchik, Tgk Imum, Tuha Peut, dan tokoh masyarakat yang turut mendukung dan hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap dengan pembagian daging meugang itu semoga mendapat berkah dari Allah SWT, dan nilai nilai positif dari masyarakat.
Artinya, dengan kita mendapat nilai positif dari masyarakat, semoga kedepan Partai NasDem lebih dicintai dan mendapatkan hati serta simpati dari masyarakat.

Meski, kemarin kemarin partai NasDem dalam penilaian masyarakat memahami NasDem dengan berbagai framing framing negatif di masa lalu dapat bisa terhindari.

“Tradisi meugang ini erat kaitannya dengan kegiatan keagamaan. Insya Allah kegiatan silaturahmi dan bagi daging meugang dan sirup ini setiap tahunnya akan dapat terus kita jalankan, serta berbagai kegiatan lainnya dalam sektor sektor keagamaan,” pungkasnya. [Hendra]

Pos terkait