AMITRA Optimis Pembiayaan Syariah Terus Meningkat di Aceh

Photo Bersama: AMITRA dan para awak media photo bersama usai kegiatan silaturahmi disalahsatu Cafee di Banda Aceh, Rabu, Rabu (23/3/2022)/ [hendra]

APJN.NET-BANDA ACEH– Kepala Cabang AMITRA, Banda Aceh, Munardi mengatakan optimis pembiayaan Syariah di Aceh akan terus meningkat.

Hal tersebut tercatat berdasarkan  Pandemi Covid-19 di Indonesia yang  sudah mulai menunjukkan penurunan jumlah kasus secara nasional, termasuk di Aceh hingga memberikan angin segar dan harapan bagi pemulihan serta pertumbuhan ekonomi kedepan.

“Secara nasional, sejak kemunculan kasus Omicron, angka kasus positif tertinggi tercatat sebesar 64.718 kasus. Angka tersebut lebih tinggi dari kasus tertinggi varian Delta yang terjadi pada 14 Juli 2021 hingga mencapai 54.517 kasus positif,” ujarnya ketika menjalin silaturahmi dan jumpa pers, bersama awak media di salah satu Cafee di Banda Aceh, Rabu, (23/3/2022) Sore.

Menurutnya, kecenderungan penurunan kasus Omicron terjadi setelah tanggal 23 Februari 2022, sekitar 1 bulan yang lalu dan angka terakhir 23 Maret hari ini, mencapai 88 orang. Suatu penurunan yang sangat luar biasa dibanding kasus varian Delta tahun lalu yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan lamanya.

Oleh karena itu, pihaknya optimis bila masyarakat semua selalu konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan, maka kasus Covid-19 nasional akan terus menurun, termasuk di Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Lebih lanjut dikatakan Munardi, bahwa optimisme tersebut juga didukung oleh pemberlakuan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang berlaku efektif mulai 4 Januari 2022.

“Dengan pemberlakuan Qanun Aceh efektif pada tanggal 4 Januari 2022, kami yakin transaksi syariah khususnya pada industri pembiayaan akan terus berkembang. Kami juga terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan pembiayaan syariah yang optimal untuk masyarakat Aceh,” tambahnya.

Pernyataan Munardi tersebut, dikuatkan oleh Kepala Wilayah AMITRA Provinsi Aceh Sujatmiko, yang membawahi 5 cabang di Provinsi Aceh, yaitu Cabang Banda Aceh, Meulaboh, Lhokseumawe, Idi Rayeuk, dan Cabang Langsa yang didukung oleh 257 karyawan.

Berdasarkan data pada bulan Januari dan Februari 2022, nilai pembiayaan AMITRA untuk 5 cabang tersebut mencapai Rp 94,47 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 17,41% dibanding periode yang sama pada tahun 2021, yang hanya mencapai Rp 80,45 miliar

Peningkatan nilai pembiayaan ini merupakan kontribusi dari setiap layanan pembiayaan brand AMITRA. Pada layanan pembiayaan sepeda motor Honda baru terjadi peningkatan nilai pembiayaan sebesar Rp 55,43 miliar pada periode Januari dan Februari 2022, naik 11,44% dibanding periode yang sama pada tahun 2021 sebesar Rp 49,74 miliar.

Untuk pembiayaan multiguna, pada Januari dan Februari 2022 terjadi peningkatan sebesar 20,8%, yaitu senilai Rp 30,12 miliar dibanding periode yang sama pada tahun 2021 yang hanya mencapai Rp 24,93 miliar.

Sementara itu, pembiayaan multiproduk juga mencatatkan pertumbuhan positif pada periode Januari dan Februari 2022 berhasil mencapai nilai pembiayaan sebesar Rp 8,37 miliar meningkat 44,98% dibanding periode yang sama pada tahun 2021 yang hanya mencapai Rp5,78 miliar.

Terakhir, pembiayaan porsi haji, umrah dan logam emas mulia juga berhasil membukukan nilai pembiayaan pada Januari dan Februari 2022 sebesar Rp 532,22 juta setelah sebelumnya pada periode yang sama tahun 2021 tidak adanya penyaluran pembiayaan karena terhenti akibat pandemi Covid-19.

Program unggulan lainnya yang juga diselenggarakan pada tahun 2021 adalah program untuk mendukung penghijauan bumi dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan tanam pohon, di mana pada tahun 2021 telah berhasil mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan dilakukan di 55 titik untuk jenis tanaman endemik.

Program tanam pohon tersebut terus berlanjut hingga tahun 2022 yang dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun FIFGROUP ke-33 dengan menanam 33.000 pohon se Indonesia termasuk di wilayah Aceh.

Kegiatan lainnya yang terus dilakukan oleh perusahaan khususnya di wilayah Aceh, di antaranya Program Donor Darah, Beasiswa Eksternal, Posyandu, Bantuan Bencana dan lain sebagainya selama 3 tahun terakhir mulai tahun 2019 hingga 2021. Sebelum pandemi, perusahaan melakukan penyaluran program tanggung jawab sosial dengan nominal penyaluran sebesar lebih dari Rp 32 juta.

Memasuki tahun 2020, di mana pandemi pertama kali memasuki negara Indonesia, sejumlah program tanggung jawab sosial gencar dilakukan oleh perusahaan dalam rangka membantu masyarakat di Provinsi Aceh, seperti penyaluran Bantuan Sembako yang rutin dilakukan dengan total penyaluran bantuan pada tahun 2020 sebesar Rp 395,33 juta.

Selanjutnya, pada tahun 2021, di mana Covid-19 yang mulai menunjukkan perbaikan yang menyebabkan bangkitnya sektor perekonomian di Indonesia. Namun, di pertengahan tahun terjadi peningkatan gelombang ke dua, sehingga AMITRA terus melakukan kegiatan tanggung jawab sosial, seperti mendukung program vaksinasi pemerintah dan penyaluran sembako dengan total penyaluran bantuan sebesar Rp 294,8 juta.

Pada tahun ini, AMITRA akan terus mengembangkan dan melakukan kegiatan tanggung jawab sosial untuk terus mendukung SDGs dan ESG yang saat ini gencar dilakukan oleh Pemerintahan RI. [**]

Pos terkait