Soal Investasi Bodong, Mahasiswa Desak Kapolri Copot Kapolres Bireuen

Aksi protes perwakilan mahasiswa di depan Mabes Polri perihal ribuan warga Aceh yang diduga menjadi korban investasi bodong Gate Solution Club (GSC), Kamis, (10/3/2022).[Ist]

APJN.NET- JAKARTA- Perwakilan mahasiswa Aceh di jakarta melakukan aksi protes di depan Mabes Polri perihal ribuan warga Aceh yang diduga menjadi korban investasi bodong Gate Solution Club (GSC). Aksi tersebut dilakukan pada Kamis, (10/3/2022).

Dalam aksi itu, perwakilan mahasiswa Aceh Koordinator lapangan Agus Maulidar meminta Kapolri agar mencopot Kapolres Bireuen dari jabatannya.

Bukan tanpa alasan, Agus menyebutkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh mengatakan GSC merupakan entitas ilegal yang telah dihentikan kegiatan usahanya oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK sejak tahun 2019 tapi masih beroperasi di Bireuen.

Salah satu oknum GSC perwakilan Aceh bernama Muhammad yang menjadi top leader di Aceh adalah aktor utama dalam mengajak dan meyakinkan para calon member dengan iming iming keuntungan yang besar.

Agus menyebutkan, dirinya bersama kawan kawan pernah mendatangi Polres Bireuen untuk melaporkan Muhammad atas dugaan kasus investasi bodong. Naifnya lagi laporan mereka tidak masuk menjadi Laporan Polisi (LP).

Padahal kalau kita lihat dari rentetan sindikat kasus investasi bodong ini jelas merugikan masyarakat.

“Saya melihat seolah olah Muhammad ini seperti tidak berdosa, dan saya mencurigai bahwa ada oknum yang melindungi dan membenarkan aktivitas penipuan ini,” katanya.

Lanjutnya, ratusan warga di Bireuen pernah datangi Mapolres setempat untuk melaporkan GSC.

“Warga mendatangi Polres Bireuen adalah mereka yang telah menanamkan modalnya di perusahaan GSC investasi, namun belum mendapatkan titik temu sampai saat ini,” tukasnya.

Pos terkait