Ia menambahkan, sejauh ini yang dilakukan SMK SMTI Banda Aceh adalah terus melakukan penambahan jumlah MoU dengan perusahaan industri dan pihak terkait, yaitu untuk ketercapaian target minimal 10 (sepuluh) tambahan MoU dengan perusahaan industri harus ada dalam setiap tahunnya.
Dikatakannya, hal Itu sudah ada sebagaimana target yang harus dicapai dan target MoU itu wajib bagi SMK SMTI Banda Aceh dalam setahun dengan meskipun perjanjian tersebut tidak bersifat tetap dan terus diperbaharui setiap tahun dengan jangka waktu sesuai perjanjian.
“Alhamdulillah, sejauh ini MoU kita dengan pihak perusahaan industri (pabrik) yang ada masih sangat bagus dan tidak ada kendala,” ujarnya.
Kita berharap setiap tahun siswa yang lulus diterima bekerja dan berwirausaha mencapai 100 persen. Meski hal itu sepenuhnya tidak mungkin bisa terpenuhi karena sebagian siswa ada yang melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dikatakannya, di tahun 2021 yang lalu serapan lulusan capai 67 persen, ini diakibatkan pengaruh masa pandemi, namun di tahun 2022 ini target serapan lulusan yang bekerja diperusahaan industri dan wirausaha harus mencapai 85 persen, dan selebihnya lagi melanjutkan kependidikan universitas.
“Serapan lulusan di SMK SMTI Banda Aceh yang paling kami harapkan adalah bisa bekerja dan berwirausaha. Itu merupakan target kita yang utama karena dengan wirausaha bisa menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya. [hendra]






