Lokasi terakhir dari kunker Mensos yaitu Lapangan Penanggal, Kabupaten Lumajang. Mensos akan menyerahkan santunan ahli waris korban bencana meninggal akibat awan panas guguran Gunung Semeru tahap II, yaitu untuk 24 orang ahli waris dengan jumlah total bantuan senilai Rp. 360 juta.
Selain itu akan disalurkan juga bantuan logistik berupa makanan siap saji sebanyak 400 paket dan makanan anak sebanyak 360 paket
Bantuan tersebut dikirim dari gudang Balai Besar Soeharso Solo milik Kemensos ke Posko Pengungsian Desa Penanggal Kec. Candipuro Kab Lumajang dan diserahkan melalui Koordinator Posko Penanggal.
Sejak erupsi terjadi, Kemensos telah memberikan respon cepat dengan menyerahkan bantuan logistik.
Menteri Sosial Tri Rismaharini langsung menuju lokasi bencana tak lama setelah erupsi terjadi, pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.20 WIB. Erupsi Gunung Semeru mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu.
Sehari kemudian, Mensos mengunjungi warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang mengungsi di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (05/12/2021).
Mensos juga berkunjung ke lokasi lain terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Mensos hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan logistik. Dalam beberapa kesempatan, Mensos juga berkunjung ke tenda pengungsian untuk bertemu anak-anak.
Mensos memberikan perhatian khusus anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru.
Dalam berbagai kesempatan, Mensos menyatakan, pemerintah melakukan pendataan anak-anak yang menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu (YAPI) akibat erupsi Gunung Semeru. Mereka bisa mendapatkan bantuan sosial.






