Ronny berharap, nantinya seluruh nakes di Aceh Timur dapat digaji sesuai dengan upah minimum, yang menjadi standar ideal upah bagi para pekerja pada umumnya.
“Kami mendorong pemerintah untuk memikirkan hal ini secara serius, sedangkan buruh saja, baik yang sekolah maupun gak sekolah, gajinya bisa berjuta – juta, apalagi ini orang – orang kuliahan yang bekerja mempertaruhkan nyawa dan keselamatannya setiap hari demi melayani masyarakat, tapi digaji tidak layak sama sekali,” ungkapnya.
Dia juga berharap polemik yang baru saja terjadi di salah satu rumah sakit di Aceh Timur, dapat segera teratasi dengan baik dan menempuh solusi berkeadilan, yang juga merupakan win – win solution bagi semua pihak. Ronny juga menghimbau agar para nakes tidak melakukan hal – hal yang bisa berdampak pada pasien, sehingga dikhawatirkan dapat berakibat fatal.
“Semoga polemik yang baru saja terjadi dan dialami saudara – saudara kita semua di RS tersebut, dapat diselesaikan dengan baik dan sejuk, kami mendorong diutamakannya dialog untuk mufakat, dan kita harap para nakes mengutamakan kepentingan keselamatan pasien di atas segalanya saat bertugas melayani, sebagai wujud tanggungjawab dan pengabdiannya yang tulus,” pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.[Wh]






