“Saat sekarang ini kita sedang fokus pada sarana pembangunan lainnya. Namun demikian, persiapan dalam menuju PON 2024, Dinas Perkim Provinsi Aceh tetap mendukung dan mempersiapkan pembangunan yang diperlukan sesuai Cabang olahraga yang ditetapkan dan dipertandingkan nantinya,” ucapnya.
Meski, secara teknis katanya lagi, sudah memiliki pengalaman terkait even even besar yang pernah digelar, seperti pada pelaksanaan MTQ Nasional. ‘Dan Aceh menjadi tuan rumah terbaik,” ucapnya.
Intinya, sambung kadis Perkim Aceh itu lagi, bahwa bekerja di pemerintahan tidak bisa sendiri sendiri butuh kerjasama seluruh lading sektor serta dukungan semua pihak.
“Sebagaimana, Dinas Perkim kita ini lebih cenderung diharuskan lebih banyak bekerja ketimbang berbicara,” ungkapnya.
Bangun 7.811 Rumah Duafa
Sementara dalam kesempatan yang sama, dikatakannya bahwa terkait program dinas Perkim pada 2022, sedang dalam proses tender.
“Dan untuk tahun ini lebih cenderung ke pembangunan rumah Dhuafa yang secara menyeluruh tersebar di 23 kabupaten/ kota di Aceh hingga mencapai 7. 811 unit rumah dengan besaran anggaran mencapai Rp 539 miliar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ketika ditanya terkait adanya besaran penambahan pembangunan rumah dhuafa setiap tahunnya, ia mengatakan bahwa adanya pengurangan. Hanya saja, terkadang jika dipandang dari sudut pendapatan ekonomi masyarakat bisa saja terjadinya fluktuasi (naik turun) karena belum tentu selamanya pendapatan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan.
Apalagi sebutnya, di masa covid-19 sekarang ini, yang dulunya memiliki gaji tetap menjadi tidak memiliki penghasilan.






