Melalui “bungkus” pers karbitan dan pers swasta yang rada tertekan inilah sang rezim merangcang penciptaan issue (agenda setting), melakukan pembingkaian (framing) dan mengarahkan pandangan publik(Priming), untuk kepentingan kekuasaan dengan modus kepentingan negara dan bangsanya.
Masa bergulir, era pun berganti, kekuatan rezim tiga dekade ini rubuh.Munculnya era baru.Era reformasi di negeri ini adalah sejarah baru.Era terangkatnya kembali peran pers. Dengan adanya reformasi dalam berbagai hal, terjadilah berbagai perubahan terutama berkaitan dengan reformasi dan supermasi hukum serta kembalinya alam demokratisasi hingga saat ini.
Seiring reformasi berjalan yang menjadi catatan khusus tidak kalah pentingnya untuk diketahui para generasi kita adalah di era ini pula, pupusnya dwi fungsi Abri.Kini Kita pun menjadi bebas beropini dalam segala sisi pandang masing-masing sebagaimana termaktub dalam UUD Republik Indonesia.
Kita berharap semoga praktik tangan besi dan otoriterisasi tidak kembali ke alam demokrasi berazaskan pancasila di republik ini.Semoga subject materi tambahan mata kuliah Opini Publik pada Fisipol Unida ini berguna untuk seisi negeri. Thanks much for all. Adnan NS.






