PERAN MEDIA DALAM MEMBENTUK OPINI PUBLIK

Dalam suasana kekisruhan masa itu, Suharto, bukan sebatas memanfaat- kan media massa yang telah ada untuk menggulir dan menyebarluaskan pengaruh, pesan dan kebijakannya melalui wujud opini publik.

Di balik itu, Suharto juga merekayasa kelahiran sejumlah media massa cetak dan kantor berita, radio dan televisi serta pembuatan film umum serta film dokumenter di bawah kendali pemerintah sipil dan militer.

Instansi miiliter pun ketika itu menerbitkan surat kabar tersendiri diberi nama angkatan bersenjata (AB) di setiap kowilhan dan Kodam di daerahnya masing-masing. Selain penerbitan surat kabar dan majalah serta buletin hasil tensilan, juga mendirikan kantor Berita PAB (Pemberitaan Angkatan Bersenjata) berpusat di Jakarta. Surat kabar lain juga di bawah kendali “tangan besi” itu yaitu Berita Yudha.

Di Kutaraja sendiri (sekarang Banda Aceh.Red). Kodam I Iskandar Muda di Provinsi paling barat Nusantara ini, meskipun aksi PKI tidak begitu riuh, namun mereka ikut menerbitkan Surat Kabar binaan ABRI tersendiri. Surat kabar diberi nama Harian Iskandar Muda. Padahal Kutaraja ketika sudah ada surat kabar lokal, Harian Peristiwa, Atjeh post, Bijaksana, Duta Panca Sila, Majalah Santunan, majalah Sinar, Darussalamdan terakhir Harian Palapa.

Untuk Medan, Sumatera Utara nama Surat Kabarnya sesuai lugo kodamnya, yakni Bukit Barisan. Di samping itu terbit juga surat kabar Angkatan Bersenjata (AB) Komando Wilayah (Kowilhan) Sumatera bagian Utara (Sumbagut). Kedua surat kabar milik ABRI (TNI) ini berpusat di Medan.

Pos terkait