Ihsan tak menampik jika Mahmudin dkk masih lemah dalam penyelesaian akhir. Hal ini akan menjadi cacatan untuk dievaluasi guna persiapan menghadapi turnamen berikutnya.
“Kita punya beberapa peluang bagus, tapi tidak bisa diselesaikan dengan baik, ini menjadi evaluasi ke depan, saya sudah sampaikan ke pelatih,” kata Ihsan didampingi Media Officer, Husaini.
Sementara, Pelatih Fisik Pewarta Kutaraja, Nasir Serambi menyebutkan, secara umum permainan para jurnalis di pusat ibu kota Provinsi Aceh ini sudah bagus.
Nasir juga tak menyangka para pemain mampu bertarung sepanjang dua pertandingan dalam turnamen itu. Padahal, Rahmat Fajri dkk tak pernah menggelar latihan.
“Jujur saja menghadapi turnamen ini kita tanpa latihan karena disibukkan pekerjaan, hanya saja selama ini anak-anak saya intruksikan latihan mandiri di rumah,” kata Nasir.
Dalam turnamen ini, Nasir memang sengaja meminta pelatih kepala untuk menurunkan pemain-pemain muda, mengingat mereka akan menjadi penerus di masa akan datang.
“Sistem kita sama seperti Shin Tae-yong, kita utamakan pemain muda, yang tua-tua kita tepikan dulu, mereka nanti main di laga persahabat saja,” ungkap putra asal Meulaboh ini.[]






