Wakapolda Aceh Hadiri Rakor Rencana Pendidikan dan Pelatihan Polri TA 2022

Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Dr. Drs. Agus Kurniady Sutisna, M. M., M. H, mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S. H., M. M, hadir dalam Rakor rencana pendidikan dan pelatihan Polri T. A 2022, secara virtual yang dipimpin Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono, dari Mabes Polri, Jakarta, Jum'at (4/2/22) pagi./ Dok Bidhumaspoldaaceh

Terkait pembangunan SDM dan isu pendidikan Polri, Kalemdiklat menjelaskan pendidikan aspek penting dalam mendongkrak pembangunan SDM yang berkualitas dan kualitas pendidikan sangat ditentukan faktor utamanya guru, ditopang sarpras, kurikulum dan pendanaan, sebut Kabid Humas.

Kalemdiklat menjelaskan lagi, dalam era revolusi industri 4.0, hadirnya Polisi masa depan yang mengutamakan pencegahan, berpikir sistemstis dan kritis, berkarakter, life long learning serta turun ke lapangan dan jadi role model, kata Kabid Humas.

Berikutnya, ucap Kalemdiklat, dalam menyiapkan SDM Polri di masa depan dapat dilakukan melalui peningkatan SDM unggul,peningkatan SDM hadapi revolusi industri 4.0 dan kurikulum Diklat SDM hadapi revolusi industri 4.0, terang Kabid Humas.

Kalemdiklat Polri juga merangkum dalam paparannya menyampaikan pendidikan aspek penting dalam membentuk SDM Polri yang unggul, kompetitif, kreatif dan inovatif di era 4.0 dan kunci utamanya adalah dosen, instruktur dan pengasuh, tukas Kabid Humas.

Kalemdiklat juga mengatakan, kampus Polri harus diposisikan sebagai objek vital Polri, karena di kampus Polri inilah diproduksi SDM sebagai alat dan kekuatan Polri, tukas Kabid Humas.

Terkait tantangan pendidikan ( the challenges of education), sebut Kalemdiklat, saat ini ada beberapa item meliputi pandemik Covid-19 dan revolusi industri 4.0, globalisasi dan demokratisasi (public trust), bonus demografi, pemeliharaan Kamtibmas dan dinamikanya, kampus Polri sebagai tempat produksi alat utama dan stigma bertugas di Lemdik, sambung Kabid Humas.

Pos terkait