APJN.NET-BANDAACEH– Muhammad Amin yang berusia 50 tahun warga berdomisili Desa Lam Ilie Teungeh, Kec. Indrapuri, Kab. Aceh Besar, merupakan salah satu mantan kader PDIP yang masih mengenang perjuangan di saat masa konflik Aceh. Meskipun daerah domisili merupakan daerah basis GAM, tetapi Muhammad Amin tetap mengakui dan menganggap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai Partai Politik kebanggaan, hingga nama Muhammad Amin dijuluki Amin PDI.
Hingga sekarang Muhammad Amin tidak terlepas dari aktivitas politik dan dianggap sebagai tokoh masyarakat didaerah domisilinya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) salah satu partai yang diperjuangkan oleh Muhammad Amin di daerah basis GAM, hingga mengalami berbagai ancaman dan teror.
Tahun 2003 mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif DPRK Aceh Besar Dapil 1 melalui PDIP, sehingga mendapatkan ancaman dari salah satu Panglima GAM Wilayah Kab. Aceh Besar, yang meminta Muhammad Amin untuk mengundurkan diri dari pencalonan legislatif.
Namun hal itu malah membuat Muhammad Amin semangat dan tidak gentar untuk memperjuangkan PDIP di wilayah Kab. Aceh Besar, sehingga suatu hari setelah selesai pelaksanaan sholat magrib Muhammad Amin dijemput oleh Kelompok GAM hingga dobacok pada bagian kanan leher hingga sebagian kupingnya terpotong. Meskipun demikian, Muhammad Amin masih berkekeh untuk tetap mencalonkan diri dan tidak mengundurkan diri dari PDIP.
Saat berlangsung Pemilu tahun 2003 Muhammad Amin dapat meraih suara sekitar 1.000 suara. Seharusnya Muhammad Amin dapat meraih suara lebih banyak jika tidak mendapat tekanan atau intimidasi oleh kelompok GAM. Bahkan sejumlah Calon Legislatif dari partai lainnya pergi meninggalkan wilayah Kab. Aceh Besar karena terus diburu oleh kelompok GAM. Sedangkan Muhammad Amin tetap berada di daerah pemilihan dan tetap berkampanye dari rumah ke rumah.






