Dikatakannya, terkait pencopotan ini sudah dilakukan melalui evaluasi kinerja.
“Sudah dilakukan Job Fit terhadap kepala SKPD. Beberapa kepala SKPD hasil penilaian memang ada yang tidak memenuhi kriteria yang diharapkan oleh pak Wali,” terangnya.
Apalagi, tambah Sekda, pak Wali ini akan berakhir masa jabatannya, beliau ingin mengejar target priorisasi dari RPJM, yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah bahkan penjabaran daripada misi dan visi beliau.
Oleh karenanya mungkin dalam evaluasi tersebut Walikota mencari pejabat pejabat yang siap untuk bekerja secara marathon dalam waktu yang sangat singkat yakni enam atau tujuh bulan lagi.
Menurutnya, pencopotan dua pejabat eselon II dimaksud bukan secara tiba tiba tetapi melalui proses evaluasi yang cukup ketat.
“Pencopotan dua pejabat eselon II tersebut dilakukan bukan berarti secara tiba tiba tetapi melalui proses evaluasi yang cukup ketat,” paparnya.
Lanjutnya, ketika ditanya terkait tidak tercantumnya dua nama pejabat eselon II sewaktu pelantikan jabatan tersebut, Sekda Amiruddin sebut ada dan bersamaan.
Hanya saja sebutnya, kedua pejabat dimaksud tidak diakomodir tempat yang baru, maka tidak dihadirkan didalam pelantikan.
“Hanya penyerahan SK-nya saja, dan mereka tidak dihadirkan dalam pelantikan itu,” tuturnya.
Lebih lanjut, ucapnya kedua pejabat dimaksud untuk sementara waktu ditarik ke sekretariat, sambil menunggu tempat yang baru, dimana yang cocok bagi mereka dan akan ditempatkan kembali.
Selanjutnya, ketika ditanya apakah karena adanya hal hal lainnya sehingga dilakukan pencopotan ?






