Sepintas disampaikan bahwa Tarian Seudati merupakan kesenian tradisional Aceh yang sudah terkenal di seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga manca negara.
Tarian Seudati berkembang sejak Islam masuk ke Aceh sekitar abad ke-16 Masehi ini sambung Saifullah yang memiliki makna tentang keteguhan, semangat dan juga jiwa kepahlawanan dari rakyat Aceh.
Selanjutnya, pimpinan sekaligus pelatih Sanggar Seudati SIP Kota Kota Langsa, Syech Rais didampingi seniman muda Kota Langsa Ismuda, mengucapan terima kasih kepada Ilham Pangestu atas kepeduliannya turut melestarikan kesenian tradisional Aceh, Tarian Seudati.
Dirinya sangat bangga melihat gambar tarian seudati berukuran raksasa terpajang diruang tamu anggota Komisi V DPR-RI asal Aceh tersebut.
Pemandangan itu mengisyaratkan bahwa beliau merasa bangga sebagai orang Aceh.
Sementara itu Pembina Sanggar Seudati SIP Syamsul Bahri Harahap, mengatakan kami atas nama Sanggar Seudati SIP Kota Langsa mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan oleh Bapak angkat/Pengasuh Sanggar Seudati SIP Kota Langsa Bapak Ilham Pangestu, berupa perhatian yang begitu besar terhadap kami.
“Mudah mudahan dengan dorongan motivasi dan suppot yang diberikan terhadap kami dapat memacu sanggar Seudati SIP kota Langsa lebih semangat dan lebih berkratif,” pungkas Syamsul Bahri Harahap, didampingi Elvi Faisal, dan kedua Syeh Seudati Sanggar Sip Kota Langsa Syeh Rais dan Syeh Is. [WH]






