Bupati Aceh Timur Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Ia juga menuturkan, negeri ini mengalami penjajahan yang panjang dan menyakitkan.

“Berkali-kali pemberontakan lokal dikobarkan terhadap penjajah dalam kurun waktu 350 tahun, namun selalu mengalami kegagalan. ‘Ratusan tahun kita terpecah-pecah karena politik adu domba,” tuturnya.

Tambah Hasanul Arifin Siregar, para pendiri bangsa ini menyadarinya dengan membangun identitas bahwa kita semua bersaudara, sebangsa, dan setanah air. “Inilah pelajaran berharga. Lidi kuat akan sulit dipatahkan jika dalam kesatuan,” tegas Dandim.

“Kita sadar bahwa kita berbeda-beda, tetapi jangan sampai terpecah-pecah oleh perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), karena akan membuat mundur jauh ke era sebelum Sumpah Pemuda 1928.

“Kita harus terus menggelorakan semangat gotong- royong serta persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Perbedaan justru semakin memperkaya dan memperkuat kita, Bangsa Indonesia. Seraya mengembangkan toleransi,” pungkasnya. [Sumber: Diskominfo Aceh Timur /Wiwin Hendra]

Pos terkait