Terkatung katung, Puluhan Nelayan Gelar Rapat Perjelas Hasil Pemilihan Panglima Laot Lhok Pasie Tibang 2019

Masyarakat nelayan Lhok Pasie Tibang menggelar musyawarah/rapat, di balai dermaga nelayan, Gampong Alue Naga, kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat, (5/11/2011)/Ist

APJN.NET – BANDA ACEH | Puluhan masyarakat nelayan Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, menggelar musyawarah/ rapat hasil Pemilihan Panglima Laot Lhok Pasie Tibang yang dilaksanakan pada tahun 2019 lalu.

Hal tersebut disampaikan kandidat Panglima laot Lhok Pasie Tibang, terpilih Hasan Saleh kepada APJN.NET, usai menggelar musyawarah/rapat di balai dermaga nelayan Gampong setempat, Jumat (5/11/2011).

Menurutnya, hasil dari pemilihan tersebut para nelayan Lhok Pasie Tibang, sampai saat ini terkatung -katung tanpa ada kejelasan yang pasti.

Oleh karena itu, hari ini para nelayan Lhok Pasie Tibang melakukan musyawarah/ rapat yang kedua untuk memperjelas hasil dari pemilihan Panglima Laot Lhok Pasie Tibang, pada tahun 2019 lalu.

“Ada sejumlah dokumentasi lengkap yang kita simpan hasil dari pemilihan tersebut,” ujar Hasan.

“Boleh dilihat sendiri ada tersimpan dalam Handcam saya, dalam bentuk Vidio pada saat pengambilan gambar ketika dilakukan pemilihan pada 2019 lalu,” ujarnya lagi, sambil memperlihatkan hasil dokumenter pengambilan gambar pemilihan tersebut.

“Saya terpilih ketika pemilihan tersebut, kandidatnya dua orang satu saya, satunya lagi saudara Abdurrahman,” sebut Hasan, dalam bahasa Aceh.

Tambahnya, sampai hari ini berdasarkan hasil pemilihan tersebut belum ada tanggapan dari pihak pihak yang terkait. Sehingga dilaksanakan musyawarah/ rapat kedua untuk memastikan hasil pemilihan Panglima Laot Lhok Pasie Tibang.

Dikatakannya, hasil musyawarah/rapat kedua ini bahwasanya masyarakat nelayan Lhok Pasie Tibang, menilai Sayuthi AR bisa dikatakan tidak mau lagi menjadi sebagai Panglima Laot, karena tidak peran aktif dalam menjalankan fungsi lembaga Panglima Laot sebagaimana mestinya.

Pos terkait