Farid mengingatkan, pada Pra PORA tahun 2017, Banda Aceh menjadi juara umum dengan meraih 5 medali emas, 2 medali perak, dan 1 perunggu. “Artinya pendahulu adik-adik sudah menorehkan prestasi yang gemilang, jadikan ini sebagai motivasi bahwa generasi Anda sekarang akan bisa tampil lebih baik dari sebelumnya, jangan jadikan ini sebagai beban tapi jadikan sebagai semangat dan pembuktian bahwa kita mampu dan kita bisa,” ujarnya.
Ia juga berharap para atlet ini bisa memberikan yang terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas, karena Banda Aceh pada Pra PORA tahun 2017 lalu sudah berprestasi meraih juara umum untuk cabang panahan. Kondisi ini tentunya menjadi sebuah tantangan pada atlet sekarang untuk siap mengulang prestasi sebagaimana telah diraih oleh para terdahulunya.
Namun ia cukup optimis dengan apa yang telah dilakukan oleh Perpani Kota Banda Aceh mereka mendapatkan tempaan dari pelatih yang sangat berkompeten. “Saya yakin adik-adik ini mampu mengulang prestasi sebagaimana yang telah diraih Pra PORA sebelumnya.
“Yang kita harapkan adalah terus berlatih, dengan waktu yang ada dipergunakan sebaik mungkin insyaalah bisa memberikan yang terbaik untuk Banda Aceh dari cabang Panahan,” tutur Farid yang juga Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh.
Sementara Ketua Perpani Kota Banda Aceh, Muksalmina, mengatakan selama ini pihaknya sudah melakukan persiapan yang maksimal untuk para atlit panahan dalam menghadapi Pra PORA dengan melakukan persiapan kurang lebih selama setahun.
“Kita sudah siapkan strategi pemenangan di Pra PORA yang akan datang, dan Banda Aceh menargetkan juara umum panahan. Kami optimis karena didukung oleh para atlet serta pelatih yang sangat siap, sehingga kita berpeluang besar untuk meraih kembali juara umum panahan,” ujar Muksalmina.[adv]






