“Secara otomatis kalau kami melamar ke PT Best, kami akan di pecat oleh PT L- Net dan tidak mendapat pesangon,” ungkap Dwi.
Lebih lanjut, menanggapi hal dimaksud, Sulaiman yang merupakan Anggota DPR Aceh dapil I Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang itu dengan tegas meminta kepada manajemen PT SBA untuk segera menyelesaikan masalah tenaga kerjanya tersebut.
“PT SBA saban tahun selalu menciptakan masalah dengan alasan yang cukup klasik,” jelas Sulaiman.
Padahal apa salahnya, sebut Sulaiman PT SBA menyurati PT Best untuk dapat memperkerjakan tenaga kerja yang sudah ada selama ini.
Apalagi, tambahnya para pekerja yang saat ini direkrut oleh PT L- Net sudah memiliki pengalaman di tempat kerja yang sama, kemudian direkrut kembali oleh PT Best, sehingga tidak terganggu produksi semen yang berdampak kepada masyarakat luas,” ungkap Sulaiman.
Dikatakan Sulaiman, terkait persoalan tenaga kerja ini, tokoh kuncinya adalah manajemen SBA, merekalah yang bisa menyelesaikan persoalan tersebut, karena PT SBA punya otoritas tinggi.
“SBA jangan membelakangi kearifan lokal terkait perekrutan tenaga kerja, kemudian PT SBA bersama PT Best harap menghormati surat rekomendasi dari DPR Aceh dan Pemerintah Aceh, yang merekomendasikan dan mempekerjakan kembali sebanyak 52 tenaga kerja saat ini yang sudah diputuskan kontrak secara sepihak tanpa alasan apapun,” sambung Politisi Partai Aceh ini.
Ketua Badan Kehormatan DPR Aceh ini meminta SBA duduk bersama manajemen PT Best untuk membicarakannya kembali rekrutmen terhadap 52 tenaga kerja saat ini yang telah diputuskan kontrak oleh SBA.






