Kunjungan Ketua DPW NasDem Aceh ke Dayah Inshafuddin Banda Aceh

Ketua DPW Partai NasDem Aceh Dr. Teuku Taufiqulhadi didampingi Sekretaris NasDem DPD Kota Banda Aceh, H Heri Julius, S.Sos, MM, beserta rombongan melakukan kunjungan dan bersilaturahmi dengan keluarga besar Dayah Terpadu Inshafuddin di Lambaro Skep, Banda Aceh, Senin, (4/10/2021).

APJN-.NET – BANDA ACEH – Ketua DPW Partai NasDem Aceh Dr. Teuku Taufiqulhadi didampingi Sekretaris NasDem DPD Kota Banda Aceh, H Heri Julius, S.Sos, MM, beserta rombongan melakukan kunjungan dan bersilaturahmi dengan keluarga besar Dayah Terpadu Inshafuddin di Lambaro Skep, Banda Aceh, Senin, (4/10/2021).

Kehadirannya di jamu langsung oleh pimpinan yayasan terpadu Inshafuddin Drs, H Burhanuddin, MK, dan didampingi oleh Pimpinan Dayah, Drs Tgk H Abdullah Usman, serta kepala sekolah SMP dan SMA.

Dalam kata sambutannya Taufiqulhadi di ruang pertemuan mengucapkan terimakasih telah disambut dengan baik atas kunjungannya itu.

Taufiqulhadi mencoba sedikit menjelaskan  terkait sejarah masuknya penyebaran agama Islam pertama di Aceh yang dibawah oleh ulama besar Aceh yang terkenal Abdur- Rauf bin ‘Ali Al Jawi Al Fansuri As Singkili atau sering disebut Syech Abdur Ra’uf As Singkel.

Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala).

“Adat bak poteumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun nibak putroe phang, reusam bak laksamana,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 dari NasDesm ini mengatakan tujuan Islam sebagai agama, dibumikan dengan tujuan yang mulia, yakni rahmatan li al-‘alamin.

Tujuan itu akan terwujud dengan baik manakala nilai-nilai Islam dapat ditransformasikan melalui pendidikan yang paripurna, sehingga melahirkan manusia-manusia terdidik yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam ditengah kemajemukan masyarakat.

“Mari kita saling mengingatkan bersama jika ada terjadi kekeliruan nantinya,” kata staf khusus kementerian ATR tersebut.

Dirinya juga menyebutkan terkesan dengan apa yang disampaikan sebelumnya bahwa dikatakan dulunya Dayah dijalankan secara profesional, dan mempunyai keterampilan serta tentunya dayah dayah tersebut banyak membantu masyarakat.

“Artinya, disini kita juga harus ingatkan karakter Dayah dimasa lalu yang profesional. Tentunya, jika ada yang menyimpang saat sekarang ini perlu kita ingatkan kembali,” ungkapnya.

Lebih lanjut dalam kesempatan itu, Pimpinan Dayah Inshafuddin, Tgk H Abdullah Usman menjelaskan awal Dayah Inshafuddin berdiri.

Dikatakannya, Dayah Inshafuddin mengelolah dua lembaga pendidikan, yakni sekolah dan pesantren.

Menurutnya, sekolah Inshafuddin sudah ada sejak 1974, sedangkan pesantren berdiri disekolah tersebut pada tahun 1998. Jadi duluan sekolah kemudian baru pesantren.”pesantren masuk sekolah,” terangnya.

Dikatakannya di Dayah Terpadu Inshafuddin tersebut memiliki 500 orang pelajar SMP dan SMA, meski saat ini diakuinya telah ada yang berkurang dikarenakan kondisi covid-19.

Selain itu sebutnya, Dayah Inshafuddin masih sangat memerlukan sarana dan prasarana siswa yang diasramakan, jika mencukupi sebelumnya sudah banyak dan membludak siswa yang bersekolah di Dayah Inshafuddin tersebut.

Hanya saja katanya karena daya tampung asrama terbatas, yakni hanya terdiri dari 10 perempuan dan 10 laki laki, dan semuanya itu oleh karena fasilitas yang belum mencukupi.

Tambahnya, Dayah Inshafuddin juga menyediakan fasilitas belajar sesuai kurikulum, salahsatunya lab komputer, lab bahasa, kimia dan fisika serta perpustakaan dan dapur umum yang Alhamdulillah sebutnya saat ini mampu menampung 500 siswa.

Selain itu Dayah Inshafuddin, juga menyediakan unit kesehatan Dayah, oleh karenanya secara jangka panjang pihaknya  membutuhkan Ambulans jika ada anak anak yang sakit untuk dibawakan langsung ke RSUD Zainal Abidin.

Meskipun begitu sebutnya, secara jangka pendek Dayah Inshafuddin, masih sangat membutuhkan MCK dan Komputer dalam hal memberikan motivasi pembelajaran bagi anak anak didik. “Dan kedua hal ini secara jangka pendek begitu sangat kita butuhkan,” terangnya.

Lebih lanjut usai sholat Zuhur berjamaah, Taufiqulhadi diminta untuk memberikan pencerahan dan masukannya kepada santriwan dan santriwati di Dayah tersebut.

Dalam silaturahmi itu juga turut hadir Wakil Ketua DPW NasDem Aceh, Teuku Rahmad Iqbal dan Hj Ismaniar, serta Wakil Sekretaris Fadhli Ali dan Anggota DPRK Aceh Selatan Muntasir serta sejumlah fungsionaris lainnya. []

Pos terkait