Profil dan Perjalanan PentaSagoe

Sejak awal kehadiran hingga sekarang PentaSagoe alhamdulillah sudah banyak seni, kesenian dan kelompok seni yang sebelumnya tersembunyi atau tersembunyikan seperti tersebut di atas yang terekspos atau terorbit kepermukaan. Sebagai contoh, kelompok seudati cilik Syeh Dani dari Aceh Utara dan lain-lain.

Selain lebih fokus pada kesenian, seniman dan kelompok kesenian yang termaginalkan seperti tersebut di atas, PentaSagoe juga pernah membuat acara-acara bentuk kepedulian sosial. Diantaranya adalah Doa bersama dari Aceh untuk korban gempa-tsunami Jepang pada Maret 2011.

Kemudian pada bulan berikutnya mengadakan Lomba Melukis dan Menulis Puisi dari Anak-Anak Aceh untuk Anak-Anak Jepang korban gempa-tsunami. Dan Lukisan serta puisi dari anak-anak Aceh tersebut dikirim langsung kepada anak-anak korban gempa-tsunami Jepang melalui sebuah Lembaga Kemanusiaan di Jepang, Tono Magokoro Net. Yang bahwa menurut kabar, lukisan-lukisan dan puisi-puisi tersebut sering di pamerkan di sekolah-sekolah pada moment-moment acara peringatan tsunami dan masih disimpan hingga sekarang. Biaya penyelenggaraan dan pengiriman lukisan-lukisan dan puisi-puisi tersebut adalah dari hasil pelelangan dua lukisan Said Akram yang masing-masing saat itu, dalam Acara Pengumuman Lomba Lukis dan Menulis Puisi serta Pelelangan Lukisan untuk Jepang, dimenangkan masing-masing oleh Muhamamad Nazar (Wagub Aceh saat itu) dan J.Kamal Farza (Penyair Aceh dan Pengacara).

Kemudian beberapa bulan berikutnya PentaSagoe juga mengadakan acara doa bersama untuk Syedara korban Bandang Tangse.

Pos terkait