Kehadiran AHY sebagai tokoh muda bukan bagian dari tongkat estafet yang harus diemban sebagaimana kisahnya sultan Mahmed II, tetapi lebih kepada tuntutan para kader di internal partai, dengan pembekalan intelektual dan track rekornya selama di militer dan berbagai prestasi akademik cumlaude yang di dapat, memiliki comunication skill dan kecerdasan diatas rata rata, akhirnya Partai Demokrat memandang bahwa sosok pemuda inilah yang paling reasenable untuk melanjutkan nahkoda Partai Demokrat kedepan, sehingga pada Kongres 2020 di Jakarta AHY secara aklamasi dipercayakan oleh seluruh pemilik suara yang hadir.
Dalam perkembangannya keberadaan AHY tentu bukanlah isapan jempol belaka. Sebagai pemuda yang memiliki kekuatan fisik yang baik. AHY langsung terjun lapangan membangun konsolidasi ke berbagai daerah, menyapa para konsituannya dari berbagai kalangan khususnya kaum muda sehingga keadaan ini telah mendorong meningkatnya elektabilitas partai demokrat yang beberapa priode sempat anjlok dan berdampak menurunnya angka perolehan kursi di DPR RI .
Keadaan ini tentu sangat menjadi perhatian AHY dan sekaligus tantangan bagi lainnya. Dalam perjalannya sekelompok orang mencoba untuk meng Take Over kepemimpinan Partai Demokrat dengan KLB abal abal Sibolangit.
Namun AHY sebagai inspirasi tokoh muda secara sistematis mambangun konsolidasi ke berbagai daerah, dimana KLB abal abal ini secara hukum mampu ditangkis dalam berbagai gugatan meskipun harus menghadapi mantan seorang Jendral.
Sementara dari sisi lain elektabilitas partai demokrat terus naik sampai perinkat III nasional walau hanya sebagai partai oposisi dalam kabinet pemerintahan Jokowi .






