
“Untuk sementara baru ada dua kandidat yang maju sebagai bakal calon ketua dan DKP Aceh,” lanjutnya.
Nasir berharap Konferensi XIII PWI Aceh berlangsung lancar dengan dinamikanya.
“Ya sekarang ini kita masih menggali sumber-sumber pendanaan yang sah dan tidak mengikat. Mudah-mudahan sampai hari H nanti insya Allah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pelaksanaan konferensi tetap di Banda Aceh sesuai rencana SC pada 20-22 November 2026.
“Jadi semua terkait peraturan organisasi dari pusat sudah turun. Mulai skema pencalonan, berapa dukungan, semua peraturan tersebut sudah turun,” sambung M Nasir Nurdin.
Menurutnya, Steering Committee (SC) sudah mulai bergerak sesuai tugasnya. Ia bersama Muhammad Zairin akan segera mengembalikan berkas pendaftaran.
“Sudah tinggal diisi dan kita akan lemparkan kepada kawan-kawan sebagaimana dikatakan SC tadi sebarannya ada 5 kabupaten/kota. Insya Allah kita lebih dari itu. Setelah mengembalikan berkas, kita menunggu hasil verifikasi. Jika ada pengisian yang salah akan kita perbaiki,” jelasnya.
Terkait prinsip pemilihan yang jujur, transparan dan adil, Nasir Nurdin menegaskan tanggung jawabnya sebagai penanggung jawab konferensi.
“Kami sangat bertanggung jawab untuk suksesnya konferensi ini,” tegasnya.
“Soal kami maju sebagai kandidat itu bagian dari warna demokrasi. Saya siap melaksanakan amanah kawan-kawan untuk kembali berkompetisi secara sehat, insya Allah,” pungkas Nasir. []






