BANDA ACEH – Air mata keluarga almarhumah Fatimah Zahra pecah saat jenazahnya tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Sabtu 31/5/2026. Warga Gampong Tufah Jeulatang, Glumpang Tiga, Pidie itu meninggal di Malaysia (28/5/2026) lalu. Kepulangannya ke tanah kelahiran tak lepas dari uluran tangan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Grup Aceh Bersatu Malaysia.
Total biaya pemulangan mencapai Rp22 juta. Keluarga hanya mampu menyediakan Rp5 juta. Kekurangan Rp17 juta untuk urus dokumen dan kargo ditanggung Wagub Fadhlullah.
“Pemerintah Aceh hadir untuk warga, di mana pun mereka berada. Almarhumah harus pulang dan dimakamkan dengan layak di kampung halaman,” kata Fadhlullah.
Tak berhenti di bandara. Wagub juga memfasilitasi ambulans dari Dinas Sosial Aceh untuk mengantar jenazah langsung ke Glumpang Tiga, Pidie.
Kolaborasi Pemprov Aceh dengan Grup Aceh Bersatu Malaysia ini jadi bukti negara tak abai pada warganya di perantauan. Pemulangan jenazah dari luar negeri kerap jadi beban berat keluarga.
Pihak keluarga mengucapkan terima kasih. “Kami tidak sanggup tanpa bantuan Bapak Wagub dan kawan-kawan di Malaysia. Terima kasih sudah memulangkan anak kami,” ujar perwakilan keluarga. []






