TNI Rampungkan Pembangunan Jembatan di Aceh, Akses Warga Kembali Normal

Kodim 0108/Aceh Tenggara Kodam Iskandar Muda bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara saat melakukan peresmian Jembatan Gantung Mamas Indah oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fachri, Selasa (18/03/2026) • DOK FOTO PENERANGAN KODAM IM.

BANDA ACEH – Beberapa jembatan di Aceh telah selesai dibangun oleh TNI, antara lain Jembatan Perintis Garuda di Bireuen, Jembatan Bailey di Aceh Timur, dan Jembatan Gantung Mamas Indah di Aceh Tenggara.

Jembatan Perintis Garuda di Desa Meunasah Krueng, Bireuen, memiliki panjang 170 meter dan lebar 1,2 meter, dibangun oleh personel gabungan dari Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 837/Ksatria Trunojoyo, Batalyon Infanteri 113/JS, Yonzipur 16/Dhika Anoraga, serta personel Kodim 0111/Bireuen. Jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga antar desa, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Peudada.

Jembatan Bailey di Desa Buket Bata, Aceh Timur, memiliki panjang 30 meter, dibangun oleh personel gabungan dari Zidam Iskandar Muda, Yonif TP 853/Bawar Reje Bur, serta Kodim 0104/Aceh Timur. Jembatan ini diharapkan dapat kembali memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana.

Jembatan Gantung Mamas Indah di Aceh Tenggara memiliki panjang 149 meter, dibangun oleh prajurit TNI AD dari Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama Babinsa Posramil Darul Hasanah, tim teknis, serta partisipasi aktif masyarakat. Jembatan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah dan kelancaran distribusi hasil produksi masyarakat.

Pembangunan jembatan-jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah, khususnya terkait akses transportasi yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya jalur penghubung antar desa. []

Pos terkait