Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.
Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.
Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.
Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.






