Jembatan Bailey darurat tersebut berfungsi menghubungkan Desa Paloh Mampre dan Desa Meunasah Alue dengan Desa Semirah, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Keberadaan jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama untuk mobilitas warga, distribusi logistik, kegiatan pendidikan, hingga menunjang roda perekonomian setempat.
Hingga akhir pelaksanaan, progres pembangunan jembatan telah mencapai 100 persen dan bahkan selesai lebih cepat dari target waktu yang direncanakan. Struktur jembatan kini telah berdiri kokoh dan siap digunakan oleh masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan tetap memperhatikan batas beban yang telah ditentukan demi keselamatan bersama.
Kehadiran prajurit Zeni Angkatan Darat bersama personel Koramil 23/Nisam di lokasi pembangunan mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur alternatif yang cukup jauh dan memakan waktu lebih lama akibat terputusnya akses jalan utama. Dengan selesainya jembatan Bailey darurat ini, aktivitas warga kini kembali berjalan normal.
Salah seorang warga Desa Panton menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada prajurit TNI yang telah bekerja tanpa lelah demi membantu masyarakat. Ia mengaku sangat bahagia melihat jembatan Bailey akhirnya rampung dan dapat digunakan oleh warga.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada TNI. Jembatan ini sangat berarti bagi kami karena selama ini aktivitas masyarakat sangat terganggu. Semoga jembatan ini bermanfaat bagi warga dan menjadi amal ibadah bagi seluruh prajurit yang terlibat,” ungkapnya dengan penuh haru.






