Fadhlullah secara tegas mengingatkan agar seluruh pihak tetap mengendalikan sikap dalam menghadapi bencana. Ia juga menekankan agar TNI/Polri dan masyarakat dapat bertindak bijak dalam menghadapi situasi sulit ini, serta mengajak untuk mengedepankan kekompakan dan persatuan dalam membantu korban bencana.
“Kami berharap, TNI/Polri untuk menahan diri dalam situasi ini, dan kepada masyarakat, mari kita bersatu padu dalam misi kemanusiaan. Mari jaga kekompakan untuk membantu saudara kita dalam menghadapi bencana ini,” tegas Fadhlullah.
Sementara itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam tausiahnya menyebutkan bahwa masyarakat Aceh adalah orang-orang yang lahir dari rahim pejuang sehingga tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Aceh, merawat generasi muda, dan senantiasa menegakkan nilai amar ma’ruf nahi mungkar sebagai landasan kehidupan sehari-hari.
“Orang Aceh sedang ditanam untuk bertumbuh. Mari kita jaga Aceh, mari jaga anak-anak kita, mari tegakkan amar ma’ruf nahi mungkar di bumi Aceh,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, UAS turut menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 1 Ton daging rendang, 10 ton beras, 1 mobil colt diesel pakaian layak pakai, mushaf Al-Qur’an, buku Iqra, hingga berencana merenovasi mesjid-mesjid yang terdampak bencana yang bersumber dari Yayasan Tabung Wakaf Umat untuk Aceh. Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di Provinsi Aceh. []






