“Alhamdulillah, Kapolri memberikan persetujuan. 30 orang tersebut diluluskan melalui kuota bencana, sehingga total 100 putra terbaik Aceh dinyatakan lulus terpilih,” lanjutnya.
Irjen Pol. Marzuki menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi para calon siswa dan keluarga, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran Polri yang humanis dan responsif terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Ini bukan sekadar penambahan kuota, tetapi bentuk kepedulian dan keberpihakan Polri kepada masyarakat Aceh. Kami berharap para calon Bintara Brimob ini kelak menjadi personel yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemanusiaan,” tegasnya.
“Selanjutnya, 100 putra terbaik Aceh tersebut akan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Brimob. Mereka adalah harapan Aceh dan Polri ke depan. Kami titipkan pesan agar selama pendidikan selalu menjaga disiplin, semangat, serta nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. []






