CMA Desak Pemkab Aceh Timur Tuntaskan Konflik Warga dengan PT Medco Malaka

Ketua Umum CMA, Muhammad Revalansyah • Foto IST.

ACEH TIMUR – Cakrawala Muda Aceh (CMA) mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk segera menyelesaikan konflik antara warga dan PT Medco Malaka di kawasan lingkar tambang Blok A, Kecamatan Julok. Konflik ini mencuat setelah aksi pengambilalihan sumur minyak JR 50 di Desa Bandar Baro pada 28 Oktober 2025.

Ketua Umum CMA, Muhammad Revalansyah, menyatakan bahwa persoalan ini tidak bisa lagi dibiarkan berlarut. Ia menilai konflik antara masyarakat dan perusahaan merupakan akumulasi dari ketidakadilan dalam penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami mendapatkan laporan langsung dari warga. Kebijakan sosial perusahaan justru menimbulkan kecemburuan sosial karena tidak merata. Hanya satu desa yang mendapat perhatian, sementara desa-desa lain di ring tambang seolah diabaikan,” ujar Revalansyah.

CMA menilai pemerintah daerah tidak boleh hanya berperan sebagai penonton. Ia menuntut Pemkab Aceh Timur segera turun tangan memediasi konflik agar tidak berkembang menjadi ketegangan horizontal.

“Pemerintah harus hadir, bukan hanya ketika situasi sudah memanas. Masyarakat menuntut haknya sebagai warga terdampak. Mereka tidak meminta lebih dari apa yang seharusnya menjadi kewajiban perusahaan,” lanjutnya.

Rencananya, Aliansi Masyarakat Cakrawala Aceh (AMC-AC) akan menggelar aksi damai pada Selasa, 4 November 2025, di kawasan Simpang Café Apung ROW PT Medco, Aceh Timur. []

 

 

 

 

Pos terkait