MALANG – Pagi yang cerah di Asrama Putri Aceh Pocut Baren, Perum Bukit Hijau, Kota Malang, membawa hembusan angin dari Serambi Mekkah, pada Senin (13/10/2025).
Aroma rempah Aceh berpadu dengan lantunan shalawat yang lembut, menciptakan suasana religius dan nostalgia kampung halaman dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar oleh Keluarga Tanah Rencong (KTR) Malang Raya.
Dengan tema “Meraih Cinta Allah dengan Mengikuti Sunnah Rasul-Nya”, acara ini menjadi lebih dari sekadar peringatan.
Ia adalah perjumpaan hati di tanah perantauan. Para tamu disambut alunan shalawat dan senyum hangat khas Aceh, menciptakan nuansa yang seolah membawa mereka pulang sejenak ke tanah kelahiran.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hendra Ubay membimbing jamaah merenungi makna sejati cinta kepada Rasulullah SAW.
Ia mengajak hadirin untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga meneladani menjadikan sunnah Nabi sebagai jalan hidup dalam keseharian.
Semangat kepedulian juga dihidupkan melalui pembagian bantuan dan tali asih kepada anak yatim piatu.
KTR Malang Raya berkomitmen memperkuat persaudaraan di tanah rantau. Kegiatan ini menjadi latihan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial bagi mahasiswa Aceh yang terlibat dalam persiapan acara.
Rasa Kampung Halaman di Setiap Suapan
Bagian paling ditunggu pun tiba: jamuan makan khas Aceh dengan tradisi idang makan bersama dalam barisan panjang. Nasi minyak disajikan dalam daun pisang, membawa aroma wangi yang menggoda.
Aneka kuliner khas Tanah Rencong disajikan, termasuk kopi Arabika Gayo yang harum, ditemani beulukat kuah tuhe ketan gurih dengan kuah srikaya dan kolak pisang yang lembut di lidah.






