BANDA ACEH – Aceh untuk pertama kalinya dalam sejarah dipercaya menjadi tuan rumah Indonesia Open Fencing Championship. Kejuaraan ini diikuti oleh tujuh negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Australia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi membuka kejuaraan ini di Hall Anggar Aceh, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Dalam sambutannya, M Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) kepada Aceh.
“Partisipasi para atlet anggar dari berbagai negara tentunya juga merupakan sebuah kebanggaan bagi Aceh khususnya, dan bagi PB IKASI pada umumnya,” kata M. Nasir yang juga Ketua Umum IKASI Aceh, Jum’at (3/10/2025).
Sebanyak 120 atlet ikut serta dalam ajang ini. M. Nasir menyampaikan bahwa selama tujuh tahun terakhir, cabang olahraga anggar di Aceh terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan prestasi.
“Kejayaan anggar Aceh saat itu tidak hanya di level nasional, tetapi juga di level internasional,” kata Sekda Aceh.
Aceh memiliki sejarah panjang dalam olahraga anggar, termasuk menjadi cabang olahraga pertama yang menghantarkan atlet ke ajang Olimpiade, yaitu Alkindi pada Olimpiade Seoul 1988.
Kejuaraan ini akan berlangsung hingga 5 Oktober 2025 dan diharapkan dapat menjadi ajang untuk meningkatkan prestasi atlet anggar Aceh dan Indonesia. []






