PERMAHI Aceh Desak Pemerintah Hentikan Ketergantungan pada Sumut

Ketua PERMAHI Aceh, Rifqi Maulana SH • F/IST.

BANDA ACEH– Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Aceh menyoroti tindakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang merazia truk berplat BL di wilayah Sumut. Ketua PERMAHI Aceh, Rifqi Maulana SH, menilai langkah tersebut sebagai bentuk diskriminasi yang tidak pantas.

“Seolah kendaraan Aceh tidak pantas berada di Sumut. Ini sikap yang keliru dan harus dikritisi keras,” tegas Rifqi, Sabtu (27/9)2025).

Rifqi menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi alarm bagi Aceh untuk tidak lagi bergantung pada Sumut. Ia menilai bahwa kemandirian ekonomi harus segera ditegakkan di tanah Serambi Mekah.

“Kalau diperlakukan seperti ini, maka sudah saatnya kita membangun kekuatan sendiri, menegakkan martabat, dan mendongkrak ekonomi Aceh tanpa bergantung pada daerah lain,” ujarnya.

Rifqi juga menyoroti dana masyarakat Aceh yang selama ini banyak parkir di bank-bank Medan hingga triliunan rupiah. Ia menilai sudah waktunya dana itu dialihkan ke bank-bank Aceh agar perputaran investasi benar-benar dinikmati oleh rakyat Aceh.

“Selama ini uang kita menghidupi daerah lain. Sudah cukup! Saatnya uang rakyat Aceh tumbuh di tanah sendiri,” tegasnya.

Rifqi juga mengancam akan mengambil langkah timbal balik terhadap kendaraan berplat BK jika Sumut tetap melarang kendaraan berplat BL.

“Keadilan harus berlaku dua arah. Jika mereka bisa lakukan di wilayahnya, maka di Aceh pun sah kita tegakkan aturan yang sama,” katanya.

Rifqi menutup pernyataannya dengan menyerukan persatuan masyarakat Aceh dalam menghadapi isu ini.

Pos terkait