Selanjutnya, Menpora mengingatkan, bahwa para pemangku kebijakan terkait perlu menguatkan pembinaan prestasi atlet dengan dukungan sport science. Latihan yang terukur, program yang sistematis, dan pembinaan berbasis ilmu pengetahuan akan melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia.
Berikutnya, Menpora mengajak semua pihak untuk turut mendorong pertumbuhan sport industry dan sport tourism, karena olahraga dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Event olahraga daerah, baik itu maraton, triathlon, festival olahraga tradisional, maupun liga daerah, bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk membangkitkan pariwisata, UMKM, dan lapangan kerja. Dengan sport industry yang maju, maka masyarakat tidak hanya sehat tetapi ekonomi daerah pun tumbuh.
Terakhir, Menpora mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, karena pembangunan olahraga bukan hanya tanggung jawab Kemenpora atau Pemda, melainkan kerja bersama seluruh elemen bangsa, pemerintah, swasta, media, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas. Semua harus bersatu padu untuk menjadikan olahraga sebagai gerakan nasional.
“Saya juga ingin menyampaikan pesan khusus kepada pemuda Indonesia. Pemuda adalah ujung tombak bangsa. Jangan biarkan diri kalian terjebak dalam gaya hidup pasif. Jadikan olahraga sebagai sahabat sehari-hari,” kata Wagub.
Untuk itu, Wagub mengajak para pemuda dan masyarakat untuk membangun kebiasaan berlari, bersepeda, berenang, atau bermain olahraga tradisional bersama teman-teman. Pemuda yang sehat adalah pemuda yang kuat, berani, dan siap memimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045.






