Sekda menambahkan, sesuai target Presiden Prabowo dalam RPJMN, pada 2029 angka kemiskinan Aceh ditargetkan berada di angka 6 hingga 7 persen dan pertumbuhan ekonomi di angka 6,44.
“Target Presiden tersebut telah kita masukkan juga dalam RPJMA. Meski banyak kalangan menganggap ini sebagai program yang terlalu ambisius dan tidak mungkin, namun kita harus terus bergerak dan berbuat sebaik-baiknya. Di sinilah Kagama harus mengambil peran dan terlibat aktif agar angka kemiskinan Aceh turun serta menggerek pertumbuhan ekonomi kita,” imbau Sekda.
Sekda meyakini, kehadiran dan kontribusi Kagama termasuk Wamen Komdigi selaku Sekjen PP Kagama, Aceh mampu bangkit dan tidak lagi berstatus daerah termiskin di Sumatera dan termiskin ke-10 di Indonesia.
“Mari kita berpikir bersama untuk merumuskan langkah agar Aceh keluar dari belenggu stigma daerah termiskin. Mari kita dukung Pemerintahan Mualem-Dek Fadh agar kita benar-benar bisa keluar dari belenggu stigma ini,” pungkas Sekda.
*Rektor UGM Apresiasi Pemerintah Aceh*
Sementara itu, Rektor UGM, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Biro Manajemen Strategis UGM Wirastuti Widyatmanti, mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh kepada ratusan mahasiswa UGM yang kini sedang melakukan KKN di Tanah Rencong.
Wirastuti menjelaskan, saat ini terdapat 2.480 alumni Strata 1 UGM di Aceh. Dalam sambutannya Wirastuti menjelaskan, kini UGM memiliki program hilirisasi, karena itu, dirinya mengundang ekspertis Kagama Aceh berkontribusi pada program-program di UGM.






