APJN.net – Banda Aceh | Akademikus civitas salahsatu Universitas Banda Aceh lebih dekat disapa Usman Lamreung, mengatakan bahwa situasi ekonomi di Aceh sedang tidak baik.
Hal tersebut disampaikannya, dalam diskusi publik bertajuk “Kemiskinan Dana Refocusing dan KPK di Aceh” di Banda Aceh, Senin (26/7/2021).
Menurutnya, kehadiran KPK jangan hanya sekedar berwisata ke Aceh, sebab setelah melakukan penyelidikan medio bulan lalu, terlihat belum ada informasi yang ditindaklanjuti.
Lanjutnya, kehadiran KPK sangat penting untuk menguak penyelewengan anggaran di Aceh, sebab jika tidak kemiskinan akan terus terjadi karena perencanaan yang salah.
“Indikasi korupsi terjadi dimana-dimana. Penyelidikan KPK memang butuh waktu.Tapi jangan juga KPK hanya berwisata ke Aceh, tidak ada follow up tindaklanjut dari penyelidikan,” jelasnya.
Ditambahkannya, bahwa indikasi korupsi sudah sangat mengerikan di Aceh, hingga berdampak pada penderitaan masyarakat Aceh puluhan tahun,” papar Usman Lamreung.
Menurutnya, kemiskinan di Aceh sangat terkait dengan pengelolaan keuangan.
‘Di Aceh sering sekali terjadi silpa setiap tahun. Terjadinya silpa karena perencanaan Aceh yang salah. Karena perencanaan yang salah, makanya pengentasan kemiskinan tidak terencana. Ini bisa di usut, karena roda pemerintah Nova Iriansyah berjalan tidak sesuai dengan Qanun RPJM Aceh,” lanjutnya.
Seharusnya, tambah Usman Lamreng, DPRA harus mengajukan Mosi Tidak Percaya kepada Gubernur. Karena roda pemerintahan yang dijalankannya dari Aceh Hebat menjadi Aceh Bereh.






