Pamitan dengan Penuh Hangat: Ketua TP PKK NTB Jamu Marlina Usman di Akhir Kunjungan

Ketua TP PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir menghadiri jamuan makan malam dan pamitan kembali ke Aceh yang diselenggarakan oleh Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ny. Sinta Lalu Muhammad Iqbal, pada Minggu malam (28/7), di Rumah Makan Taliwang Nada Sayang, Kota Mataram • F/IST.

LOMBOK -Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Aceh, Ny. Marlina Usman, menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ny. Sinta Lalu Muhammad Iqbal, pada Minggu malam (27/7), di Rumah Makan Taliwang Nada Sayang, Kota Mataram.

Jamuan ini merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi antarprovinsi dalam kegiatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang tengah berlangsung di NTB. Suasana acara berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, mempertemukan para penggerak PKK serta perwakilan pemerintah dari berbagai daerah.

Ketua TP PKK Aceh hadir didampingi oleh Istri Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Ny. Malahayati, dan Istri Ketua DPRA Aceh, Ny. Rizawati. Dari pihak tuan rumah, turut hadir istri Pj Sekda NTB, Hj. Dewi Fauzal.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ny. Wahyu Senoaji; Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budi Prayitno; serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin.

Pertemuan ini menjadi sarana pertukaran pengalaman antarprovinsi terkait pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat melalui PKK, sekaligus mempererat hubungan antarinstansi lintas wilayah.

“Terima kasih atas sambutan yang hangat dari Ibu Sinta dan jajaran TP PKK NTB. Pertemuan ini memberikan ruang silaturahmi dan berbagi pengalaman yang sangat bermanfaat,” ujar Ny. Marlina Usman.

Selain diskusi ringan, suasana keakraban semakin terasa dengan sajian kuliner khas Lombok seperti ayam taliwang dan plecing kangkung. Beberapa tamu dari Aceh tampak menikmati hidangan sambil bersenda gurau tentang tingkat kepedasan yang khas dari masakan lokal.

Pos terkait