BANDA ACEH – SMK SMTI Banda Aceh mengadakan temu industri dalam rangka sinkronisasi pelaksanaan prakerin dual system serta penandatanganan MoU dengan industri mitra kerja sama tahun 2025.
Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMK SMTI Banda Aceh, Junaidi, S.Kom, M.Si, dalam kata sambutan pembukaan kegiatan tersebut, di Aula SMK SMTI Banda Aceh, Sabtu (26/7/2025).
Kegiatan ini juga membahas tentang Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128/PMK.010/2019 tentang Super Deduction Tax, yang memberikan pengurangan penghasilan bruto atas penyelenggaraan kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran dalam rangka pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi tertentu.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk:
1. Kepala Dinas Pendidikan Prov Aceh, Martunis, S.T., D.E.A
2. Pengawas Sekolah, Samsul Bahri, S.Pd., M.Ed
3. Ketua Komite SMK SMTI Banda Aceh, Edi Sandra Sahputra, S.E.
4. Perwakilan dari PT Yagi Natural Indonesia, termasuk Factory Manager Ibu Arienovita Nurul Istiqomah dan Quality Control Ibu Mauditri Rafizah
5. Perwakilan dari PT Ejobz Mitra Global, termasuk Direktur Bapak Margon Saragih dan Manager Produksi Effendy
6. Perwakilan dari kamiKITA Community Center, termasuk Trainer Bapak Muhammad Indra dan Logistik Ibu Yusmaniar
7. Perwakilan dari PT Naraya Indo Prima, termasuk Direktur Ibu Ika Puspita Yuda
8. Perwakilan dari PT Tri Putratama Sukses, termasuk Koordinator Operasional Bapak Sukirso dan Kabag Umum Ibu Yetty Rosiyana
9. Perwakilan dari Perumdam Tirta Mountala, termasuk Staff Pengendalian Mutu Ibu Muthia Dayanti dan Sekretariat dan SDM Ibu Putri Rahayu
10. Perwakilan dari Perumdam Tirta Daroy, termasuk Kabag Produksi Bapak Nasrizal Nasa dan Seksi Laboratorium Ibu Siti Zulhijjah
11. Perwakilan dari PT Bina Putra Usaha Maju, termasuk Direktur Bapak Musliadi dan Keuangan Ibu Naura Azlifah
12. Perwakilan dari PT Solusi Bangun Andalas, termasuk Community Relations Coordinator Ibu Dewi Hawati

Intinya, kata Junaidi kegiatan Temu Industri hari ini adalah salah satunya untuk menindak lanjuti dari apa yang diharapkan oleh Menteri Perindustrian RI, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri-BPSDMI, Bapak Masrokhan dalam hal untuk menjawab ketersedian SDM Industri yang masih kurang.
Oleh karena itu, papar Junaidi pihaknya selaku salah satu penyelenggara pendidikan vokasi industri, yaitu SMK SMTI Banda Aceh dibawah binaan Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) terus berupaya untuk melahirkan SDM Industri yang kompeten siap kerja yang terdiri dari tiga jurusan, yaitu:
1. Teknik Kimia industri
2. Analisis Pengujian Laboratorium
3. Teknik Mekanik Industri
Sementara itu, Kadisdik Aceh Martunis dalam kesempatan tersebut merasakan sangat senang sekali bisa hadir dan membuka acara tersebut.
Ia mengatakan sangat mengapresiasi terhadap para perwakilan industri yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.
“Ini merupakan program yang luar biasa, karena antara SMK SMTI dengan para industri merupakan satu ikatan yang cukup kuat, yakni saling membutuhkan dan sinergitas,” katanya.
Martunis menyebut bahwa kegiatan ini sangat positif karena saling membutuhkan kedua belah pihak dan tidak ada yang saling dirugikan.
Lanjut Martunis, tanpa sinergitas yang baik tentu akan menjadi problem bagi kita ke depan. Karena SMK SMTI diciptakan yang arah tujuannya adalah untuk para kalangan industri.
Lebih lanjut Martunis, mengatakan SMK SMTI merupakan sekolah yang mempersiapkan sumber daya manusia khususnya di bidang industri yang berkompeten dan tentu menjadi mitra dunia kerja perusahaan industrialisasi yang dibutuhkan saat ini.
Martunis berharap para pelaku industrialisasi agar dapat memberikan kesempatan kepada anak anak lulusan SMK SMTI untuk bisa bekerja sambil belajar yang tentu nantinya akan menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa.
Martunis mengajak para pelaku industriawan untuk bisa saling sharing baik dari tindakan maupun pikiran untuk bisa saling membantu bekerjasama dalam Praktek kerja industri (Prakerin) siswa siswi SMK SMTI ke depan.
Ia menegaskan bahwa dukungan ini harus berbasis mutualisme, tidak hanya menguntungkan sekolah saja tetapi juga harus menguntungkan industri.
“Masing-masing harus ada untungnya kalau mau saling berkelanjutan. Oleh karena itu, kita saling membina hubungan yang saling melengkapi. Karena mutualisme atau saling kepentingan itu harus perlu kita jaga,” katanya.
Martunis sangat mengapresiasi kehadiran 9 perwakilan industri yang hadir untuk berdiskusi. “Tujuan kita adalah sama karena kita dalam perahu yang sama, yakni mengayuh untuk bagaimana memperbesar ekonomi kita. Artinya, profit bagi industri berjalan, bagi SMK itu juga akan tinggi, hingga berdampak pada ekonomi kita akan lebih baik,” ucapnya.
Terakhir, Martunis mengucapkan selamat kepada SMK SMTI dan terima kasih kepada para perwakilan industri. “Mudah-mudahan pertemuan kali ini mengikat untuk berjalan bersama menuju industrialisasi ekonomi di Aceh semakin lebih baik, sehingga menjadi keberkahan bagi kita bersama,” tutupnya.
Di penghujung acara, dalam rangkaian pelaksanaan Temu Industri ini, SMK SMTI Banda Aceh dan para perwakilan industri, melakukan penandatangan dokumen pengesahan, berita acara dan perjanjian kerja sama. []






