“Biasanya setiap tahun, untuk kategori guru rata – rata 4 sampai 5 ekor, begitupun dari para orang tua siswa, sehingga berjumlah lebih kurang capai 8 sampai 9 ekor,” sebut Syarwan.
Selanjutnya, panitia pelaksana menyebutkan dari 6 ekor Sapi qurban memperoleh 430 tumpuk, untuk selanjutnya dibagikan kepada siswa yang berhak menerima.
Pun demikian, timpal Syarwan, sebagaimana rukun tetangga ada satu dua orang warga sekitar yang berhak untuk menerima, seperti warga Beurawe dan Bandar Baru. “Dan sesuai catatan kami mereka berhak untuk menerimanya,” jelas Syarwan.
Terakhir sebut Syarwan, kegiatan qurban tersebut diakhiri dengan pembubaran panitia, untuk kemudian pembentukan panitia kembali dilaksanakan pada awal tahun.
.
“Diawal tahun kembali kita bentuk lagi dan memungkinkan pola cicilan yang kita terapkan ke para guru akan kita coba terapkan ke para siswa, sehingga dapat memudahkan bagi para orang tua siswa ketika berniat untuk berqurban bersama kami di SMA Negeri 3, sehingga secara spontan juga tidak membebani ekonomi para orang tua siswa,” tutupnya. []
.






