Perkuat Peran Humas di Era Digital, Kejati Aceh Gelar In-House Training Kehumasan

F/IST.

“Langkah ini merupakan inovasi penting yang patut dijadikan contoh oleh satuan kerja lainnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Wakajati mengingatkan pentingnya humas dalam memproduksi narasi-narasi positif dan membangun karakter institusi melalui penyebaran informasi yang baik.

Ia mencontohkan bagaimana kolaborasi lintas sektor, seperti yang pernah dilakukan di Jepang, mampu menghasilkan kekuatan informasi yang konstruktif.

“Kita harus belajar dari Jepang. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tapi membangun sistem komunikasi yang efektif, dengan strategi yang jelas dan narasi yang kuat. Setiap hari harus ada berita positif yang diproduksi dan dipublikasikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan perlunya menjalankan komunikasi dua arah (two-way communication) dalam membangun hubungan dengan masyarakat. Interaksi yang terbuka dan responsif akan menciptakan persepsi yang lebih positif terhadap institusi kejaksaan.

Itu sebabnya melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen informasi yang aktif dan peka terhadap isu-isu yang berkembang.

“Mereka juga dituntut untuk memahami dinamika media sosial dan mampu membangun jaringan komunikasi yang solid di wilayah masing-masing,” ujarnya. []

Pos terkait