Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir: Produk Kerajinan Aceh Harus Mendunia

Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Pidie, Rohana Razali, mengunjungi galeri dan tempat produksi kerajinan khas Aceh, Fitri Souvenir, di Gampong Garot Cut, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Rabu (23/4/2025) • FOTO IST.

Melisa mengungkapkan, untuk menyulam satu kain kasab dengan benang emas, biasanya membutuhkan waktu hingga satu bulan. “Untuk satu kain, kami dibayar Rp250 ribu,” kata Melisa.

Ia bercerita, saat ini para perajin hanya mengerjakan pesanan dari para toke di Kecamatan Indra Jaya. “Kami hanya menyulam sesuai pesanan. Kalau ada modal, kami ingin sekali mengembangkan usaha sendiri,” ungkapnya.

Menurut Melisa, menyulam benang emas sudah menjadi tradisi di kalangan perempuan setempat, dari remaja hingga orang tua. “Kalau tidak ke sawah, kami menyulam. Hampir semua perempuan di sini bisa,” ujar dia.

Melisa berharap ada perhatian dari pemerintah. “Kalau bisa, ada bantuan untuk modal, supaya kami bisa mandiri walau usaha kecil-kecilan,” harapnya. []

Pos terkait