Sentral Pemuda Gemilang Desak Walikota Banda Aceh Evaluasi Kinerja Kepala BKPSDM

Koordinator Sentral Pemuda Gemilang (SPG) Ihwan Kartiawan/Ist

Dia juga menyinggung bahwa seringnya terjadi kesalahan dalam proses mutasi.

“Jadi, sering terjadi non job PNS. Seminggu kemudian terpaksa dilantik lagi karena sepertinya dilakukan tanpa koordinasi, ini bagian contoh Kebobrokan kinerja BKPSDM Banda Aceh. Tak hanya itu, Baru sejak sejak kepala BKPSDM sekarang ini ada orang yang dilantik di dua tempat di hari pelantikan yang sama. Ini jelas tidak teliti dan mengandung hal yang terselubung,” ujarnya.

Belum lagi, lanjut Ihwan, seakan-akan tercium adanya pengaturan khusus kepala BKPSDM tanpa sepengetahuan atau luput dari pandangan Walikota.

“Sebagai contoh, sejak Ampon Din Sekda Pemko tidak terima PNS baru. Tapi, pamong malah setiap tahun masuk mencapai 7 – 10 orang pertahun. Bahkan 4 tahun pamong bertugas langsung dapat jabatan eselon 4. Inikan terlihat ada sesuatu dan semacam skema tertentu, dan kami yakini sering luput dari pandangan walikota,”jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa BKPSDM itu dapurnya pemerintah, jika dikelola oleh orang yang salah, tidak amanah atau memiliki integritas, dedikasi dan loyalitas rendah, maka dampaknya juga sangat fatal.

“Jika kita analogikan BKPSDM itu sebagai dapur tempat meramu sajian masakan, maka posisi Kepala BKPSDM itu adalah orang yang meramunya, sementara walikota adalah orang yang membuat resep masakan/minumannya. Jika yang tukang ramu atau tukang aduk tidak memasukkannya sesuai resepnya, semisal ditambah dengan sesuatu atau dikurangi maka citra rasanya juga pasti beda, dan bahkan lebih fatalnya bisa menyebabkan sakit perut bagi yang mengkonsumsinya. Begitu juga dengan BKPSDM jika tidak dikelola dengan baik oleh orang yang tepat dengan loyalitas dan integritas tinggi maka dapat menghadirkan kebijakan yang fatal dan berdampak terhadap ASN nantinya,” terangnya.

Pos terkait