BANDA ACEH, Pernyataan Ketua DPR Aceh, Zulfadli terkait persoalan SK Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Alhudri dikecam keras karena dianggap blunder dan Melecehkan Partai Gerindra.
Kecaman itu disampaikan Ramza Harli, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Banda Aceh dalam keterangan persnya.
Ramza mengecam pernyataan sang Ketua DPRA yang disampaikan dalam rapat paripurna pengambilan sumpah dan pelantikan Wakil Ketua DPRA, Jum’at (21/2/2025).
Hal ini lantaran Zulfadli telah masuk ke hal-hal teknis administratif sehingga ketika masalah tersebut diangkat ke publik justru ditangkap oleh masyarakat sedang menelanjangi Gubernur yang seolah-olah dapat di intervensi oleh sekelompok orang.
“Sebenarnya menurut yang saya pahami, menyangkut penunjukan Plt. Sekda, itu adalah haknya eksekutif, bukan ranah legislatif untuk mencampurinya,” ungkapnya.
“Kami sangat menyesalkan pernyataan ketua DPRA Aceh yg menyerang Partai Gerindra tanpa ada bukti, terlebih menyerang pribadi ketua dan bendahara DPD Gerindra Aceh. Dia juga menyebutkan jangan atur Aceh dengan 5 kursi. Ini juga merendahkan marwah partai kami,” tegasnya.
“Pernyataan Ketua DPR Aceh, Zulfadli dengan nada emosi seperti itu telah melukai hati seluruh kader Gerindra Aceh,” tukasnya.
“Kami sebagai kader Gerindra memiliki jiwa militan dan sudah ditanamkan ideologi partai oleh pak Prabowo, akan melawan siapapun yang melecehkan partai kami. Marwah partai adalah segala-galanya bagi kami. Melecehkan pimpinan partai sama saja dengan melecehkan wibawa partai kami,” jelasnya.






