Untuk memastikan keamanan di lokasi kebakaran, Koramil 02/Simeulue Tengah bersama pihak kepolisian memasang garis polisi (police line) guna mencegah warga memasuki area yang masih berpotensi berbahaya. Guna membantu para korban yang kehilangan tempat tinggal, didirikan tenda darurat di lapangan bola Desa Kampung Aie sebagai tempat penampungan sementara bagi warga terdampak. Selain itu, Posko Kebakaran juga segera dibentuk untuk menampung dan menyalurkan bantuan dari masyarakat serta pemerintah daerah.
Unit Intel Kodim 0115/Simeulue terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan BPBD Simeulue. Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue dan BNPB juga telah melakukan langkah-langkah evaluasi, pendataan korban, serta menyiapkan posko pengungsian untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Berdasarkan analisis awal, kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik di salah satu rumah atau toko yang kemudian memicu percikan api. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Hingga saat ini, personel Kodim 0115/Simeulue dan Koramil setempat masih terus bersiaga untuk membantu proses pemulihan serta memastikan kondisi di lokasi tetap terkendali.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap masyarakat, Kodam Iskandar Muda selalu hadir dalam setiap persoalan dan kesulitan rakyat. Sesuai dengan tugas pokoknya dalam pembinaan teritorial, terutama dalam aspek komunikasi sosial, Kodam IM senantiasa berperan aktif dalam membantu masyarakat yang terkena musibah. Hal ini sejalan dengan salah satu butir 8 Wajib TNI, yaitu mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.






