Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IM, Mayjen TNI Niko Fahrizal menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan langkah bagi Aceh dalam memastikan kesinambungan pemerintahan dan percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“TNI siap mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan stabilitas keamanan serta mendukung program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Pangdam IM.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Niko Fahrizal menambahkan bahwa sinergi antara Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI-Polri, sangat penting dalam menjaga kedamaian serta memajukan Aceh.
“Sebagai wilayah dengan status kekhususan, Aceh memiliki tantangan dan peluang tersendiri dalam pembangunan. Oleh karena itu, kolaborasi antara semua pihak harus terus diperkuat,” tambahnya.
Pangdam IM juga berharap bahwa di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf dan Fadhlullah, Aceh dapat terus berkembang dan mencapai kemajuan yang lebih baik.
“Saya berharap kepemimpinan yang baru ini dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, meningkatkan kesejahteraan, serta menjaga ketertiban dan keamanan di seluruh wilayah Aceh,” harapnya.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh berbagai Tokoh Nasional dan Internasional, di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, HM Jusuf Kalla, mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin serta fasilitator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen. Selain itu, sejumlah pejabat negara, pimpinan daerah, dan tokoh masyarakat juga turut hadir untuk menyaksikan momen bersejarah bagi Aceh ini. ***






