SMK SMTI Banda Aceh Wisuda 256 Lulusan Angkatan ke 55

Kepsek SMK SMTI Banda Aceh, Junaidi S.Kom M.Si, dalam kegiatan wisuda sebanyak 256 lulusan di Gedung Hj Yusriah, Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (21/11/2024) • Foto Ist.

APJN.NET, BANDA ACEH- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Banda Aceh, menggelar kegiatan wisuda sebanyak 256 lulusan angkatan ke 55, Kamis (21/11/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Hj Yusriah, Darul Imarah Aceh Besar, dan dihadiri oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya ST MT, diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Banda Aceh Fadhil S.Sos MM. Kepala SMK SMTI Banda Aceh, Bapak Junaidi dan civitas akademik SMK SMTI Banda Aceh, Kepala BSPJI Banda Aceh, Kepala Balai Diklat Industri Medan, Kepala Dinas dilingkungan Pemerintahan Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh, Para pimpinan mitra industri, dan Para Undangan, Orang tua / wali lulusan serta para wisudawan.

Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Drs Masrokhan MAP CG CAE, dalam kata sambutannya  secara virtual, mengucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada siswa yang telah menuntaskan pendidikannya di SMK SMTI Banda Aceh, yakni sebuah sekolah yang berkomitmen kuat pada pendidikan vokasi dengan standar internasional.

“Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan dan kebanggaan bagi kita semua, menyaksikan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan semangat tinggi dari putra-putri kita yang telah menuntaskan pendidikannya di SMK SMTI Banda Aceh,” ucapnya.

SMK SMTI Banda Aceh, sebagai salah satu dari 9 SMK di lingkungan Kementerian Perindustrian menjalankan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Seluruh SMK Kemenperin ini memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Hal ini adalah wujud komitmen Kementerian Perindustrian untuk memberikan akses pendidikan kepada seluruh masyarakat dan jaminan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang baik.

Untuk itu, sambungnya setiap unit pendidikan di Kementerian Perindustrian dikembangkan dengan spesialisasi tertentu sesuai kebutuhan sektor Industri.

Dalam menjamin pendidikan yang berkualitas, maka seluruh SMK di lingkungan Kementerian Perindustrian, khususnya SMK SMTI Banda Aceh selalu mengembangkan kerja sama dengan industri.

Kerja sama dimaksud, diantaranya meliputi pengembangan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri, penyediaan guru dari industri, pelaksanaan praktek kerja di industri, serta sertifikasi kompetensi bagi lulusan.

Upaya kerja sama yang erat dengan industri, menjadikan SMK SMTI Banda Aceh sebagai pilar utama dalam upaya memperkuat industri di Wilayah Indonesia bagian Barat.

Selanjutnya disampaikan bahwa sektor industri manufaktur merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

Beberapa kebijakan telah dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian, meliputi Hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, Pemanfaatan teknologi dan Digitalisasi melalui melalui Making Indonesia 4.0, Pengembangan industri hijau untuk pertumbuhan berkelanjutan, dan tentunya penguatan SDM Industri untuk menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing global.

Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan terbesar di ASEAN, Indonesia memiliki keuntungan dengan jumlah usia muda yang besar mencapai 67.5% dari total penduduk.

Kesempatan yang biasa kita sebut sebagai bonus demografi ini merupakan potensi sumber pertumbuhan ekonomi dan pengembangan inovasi untuk mendorong peningkatan daya saing.

Belajar dari negara-negara yang telah melewati masa bonus demografi, masa ini merupakan masa keemasan (golden age) bagi pertumbuhan ekonomi, karena setelah bonus demografi berakhir, pertumbuhan ekonomi suatu negara akan mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Namun potensi bonus demografi saat ini masih menyimpan tantangan besar yang harus dihadapi, terutama dalam penyediaan lapangan pekerjaan dan produktivitas tenaga kerja.

Setiap tahun, Indonesia menghasilkan 3,45 juta tenaga kerja baru yang berasal dari lulusan SMA/MA/SMK dan perguruan tinggi serta menghadapi 7,2 juta orang pengangguran yang harus dikelola dengan baik.

Ia juga mengatakan bahwa wisuda hari ini bukanlah akhir dari perjalanan para siswa semuanya. Sebaliknya, ini adalah awal dari langkah yang lebih besar. “Saya percaya, dengan ilmu dan keterampilan yang telah pelajari di SMK SMTI, semua siswa sudah siap untuk berkontribusi nyata pada industri nasional di mana pun berada.

“Industri kita membutuhkan kalian, sebagai generasi muda yang penuh inovasi dan semangat untuk terus mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri nasional,” terangnya.

Oleh karena itu, ia  berpesan beberapa hal, Pertama, penting bagi kalian untuk memiliki visi yang jelas. Visi adalah peta yang akan memandu langkah kalian dalam mencapai cita-cita. Visi harus realistis, terukur, dan dapat dicapai.

Kedua, jadilah pembelajar sepanjang hayat. Dalam dunia yang terus berkembang, kalian harus selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Ia menyampaikan jangan pernah lupa akan nilai-nilai moral. Kejujuran, kepedulian, dan kerendahan hati harus selalu menjadi pegangan hidup. Sebagaimana Bung Hatta mengatakan, “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.”

Mengakhiri sambutannya, ia berharap para lulusan SMK SMTI Banda Aceh dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan, selalu mengembangkan kemampuan dan kompetensi  di dunia kerja serta selalu membina kerjasama dan jejaring baik antar sesama alumni maupun dengan sekolah sebagai almamater dan dengan masyarakat.

Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Guru, staf, dan tenaga pengajar yang telah mengabdikan diri demi kemajuan dunia pendidikan vokasi di SMTI Banda Aceh.

Tak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, mitra industri, asosiasi, serta masyarakat atas dukungan yang diberikan kepada SMTI Banda Aceh.

“Semoga hubungan yang terjalin dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada orang tua mahasiswa atas kepercayaannya mendidik putra-putrinya di SMTI Banda Aceh,” paparnya.

Kepala SMK SMTI Banda Aceh, Junaidi S.Kom M.Si, mengatakan bahwa tahun ajaran 2023/2024 SMK SMTI mewisuda 256 siswa.

“Alhamdulillah, siswa yang lulus seratus persen, hingga  sampai saat ini siswa yang diwisuda sudah mencapai 91 persen yang terserap bagi yang bekerja, dan melanjutkan pendidikan serta berwira usaha. Dan hanya berkisar 9 -10 persen lagi masih dalam tahap proses rekrutmen,” kata Junaidi.

Junaidi mengatakan bahwa SMK SMTI memiliki tiga jurusan, pertama teknik kimia industri, kedua kimia analis atau analis pengujian laboratorium dan yang ketiga teknik mekanik industri.

Lanjutnya, dari ketiga jurusan tersebut terbagi tiga rombel, yakni terdiri dari 9 kelas. Masing masing ketiga jurusan itu terbagi tiga kelas.

Sementara untuk saat ini, SMK SMTI belum menambah jurusan baru. Karena dengan jurusan yang ada sudah mencakup seluruh jurusan.

Ia menambahkan untuk jurusan kimia industri adalah bagian dari proses. Sedangkan untuk analisis pengujian laboratorium adalah merupakan jurusan yang menangani jurusan laboratoriun atau pengujian. Lalu, untuk jurusan teknik mekanik industri adalah untuk maintenance.

“Untuk industri ada proses, analisis dan maintenance. Artinya, dengan ketiga jurusan itu sudah cukup kita di SMK SMTI,” terang Junaidi.

Selanjutnya, Junaidi mengatakan bahwa SMK SMTI Banda Aceh, selain berkiprah di lokal (daerah) juga hingga nasional.

Lanjut Junaidi bahwa lulusan SMK SMTI, sudah ada yang bekerja dibeberapa negara di luar negeri, seperti Jerman, Arab Saudi, Qatar dan Brunai Darussalam.

“Ada beberapa negara yang alumni kita SMK SMTI bekerja di luar negeri. Banyak sudah terobosan- terobosan yang telah dilakukan oleh SMK SMTI Banda Aceh. Hal itu tak lain juga berkat seluruh dukungan guru yang ada dengan melakukan proses MoU setiap tahunnya, minimum terhadap 10 perusahaan industri.

“Mulai dari daerah hingga nasional pertahunnya sudah mencapai puluhan perusahaan industri kerjasama (MoU) dengan SMK SMTI,” tambahnya.

Untuk diketahui, kata Junaidi bahwa SMK SMTI Banda Aceh, merupakan sekolah vokasi industri yang dituntut bekerja. Artinya, sebelum mereka bekerja siswa melakukan praktek kerja industri (prakerin) sehingga  membutuhkan banyak perusahaan-perusahaan industri.

Oleh karena kita di Aceh khususnya masih sangat minim perindustrian sehingga diharapkan pemerintah daerah harus  membangun perusahaan perusahaan perindustrian. Karena SMK SMTI Banda Aceh, merupakan sekolah yang berspesialisasi sawit dan membutuhkan banyak perusahaan perindustrian di daerah, seperti pabrik refinery, minyak goreng dan lain-lainnya.

“Dan ini bisa membantu siswa-siswa kita SMK SMTI ketika prakerin,” ungkap Alumni SMK SMTI itu, sembari berharap dukungan pemerintah daerah membangun perusahaan perindustrian di Aceh.

Sementara itu, Asisten II Pemko Banda Aceh, Fadhil S.Sos MM, mengatakan bahwa wisuda siswa SMK SMTI bukanlah wisuda biasa tetapi penuh makna. Bukan hanya bagi SMK SMTI Banda Aceh dan alumni tetapi juga bagi  pemerintah daerah (Pemda).

“Saya melihat eksistensinya bisa dibuktikan bahwa lulusan SMK SMTI  merupakan lulusan siap pakai dan memiliki kemampuan serta mandiri.

Selain itu SMK SMTI merupakan mitra pemerintah daerah, di mana mereka (lulusan SMK SMTI) bukan menciptakan pengangguran tetapi mereka diciptakan untuk masa depan sebagai peluang tenaga kerja.

“Dan tadi dilaporkan bahwa SMK SMTI  hari ini telah meluluskan 256 siswa, minimal 50 persen masuk kelapangan kerja. Artinya mereka sudah menciptakan lapangan kerja. Sementara, kita melihat sekolah di luar SMK pengangguran tercipta.

Untuk itu dalam hal ini sebagai mitra pemerintah kami apresiasi. Dan kami selaku pemerintah terutama memberikan luang waktu terlaksananya proses pembelajaran di Kota Banda Aceh dalam keadaan aman nyaman dan tertib bahwa kita mendesiminasikan bahwa sekolah SMK SMTI adalah sekolah unggulan.

Ia juga menyerukan kepada anak-anak dan para orang tua untuk membawa anak- anaknya masuk mengecap pendidikan ke SMK SMTI. Karena sekolah kejuruan khusus ini bisa menciptakan lapangan kerja dan dibutuhkan oleh perusahaan perindustrian.

“Saya berharap sekolah ini tetap eksis, dan hal ini tadi sudah kita laporkan oleh perwakilan pusat berupa kontribusi bantuan dan  manajemen dari pusat tetap  di sekolah ini sehingga sekolah ini tetap menjadi unggulan dan menjadi bagian dari kebanggaan kota Banda Aceh,” pungkas Fadhil. ***

 

Pos terkait