Pangdam IM kembangkan Kincir Angin untuk sistem pengairan di Aceh

Foto: MCK / IM.

Mayor Jenderal Niko Fahrizal juga menyampaikan harapannya agar Kincir Angin ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian di Aceh.

“Kami berharap kincir angin ini dapat menjadi contoh sebagai salah satu alternatif solusi bagi pertanian di Aceh, yang dapat dioperasikan tanpa memerlukan sumber energi tambahan,” paparnya.

Lanjutnya, dengan menyesuaikan desainnya pada kekuatan angin di lokasi pemasangan, kami optimis bahwa Kincir Angin ini akan berfungsi optimal dan memberikan dampak positif bagi para petani.

Kodam Iskandar Muda, melalui Kapaldam IM, telah menyiapkan seluruh bahan yang dibutuhkan untuk pembangunan kincir angin, mulai dari material bangunan hingga komponen mekanis.

Personel Paldam yang memiliki keahlian khusus dalam bidang mekanik dan sistem pengairan akan dilibatkan langsung dalam proses pembangunan ini, guna memastikan setiap tahapan pengerjaan berjalan efektif dan sesuai target.

Dengan proyek ini, Kodam Iskandar Muda menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus membangun kemitraan yang kuat antara TNI dan masyarakat.

Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di Aceh serta menciptakan inovasi yang dapat ditiru di daerah lainnya yang menghadapi tantangan serupa.

Kodam Iskandar Muda selalu peduli dengan berbagai persoalan, permasalahan atau kesulitan masyarakat yang merupakan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam melaksanakan tugas Pokoknya yaitu pembinaaan teritorial serta Mengimplementasikan salah satu butir dari 8 wajib TNI yaitu mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat disekelilingnya.

Pos terkait